Gerakan Massa Warga Bukit Nusa Indah: Banjiri Jalan dengan Spanduk Dukungan SMPN 25 Tangsel

AKURAT BANTEN - Aksi penolakan sebagian warga RW 16 Perumahan Bukit Nusa Indah terhadap proyek gedung SMPN 25 Serua mulai memicu reaksi keras dari lingkungan sekitar.
Sebagai bentuk perlawanan, warga dari berbagai RW lain kini kompak membanjiri jalan-jalan utama perumahan dengan spanduk dukungan agar Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) segera memulai pembangunan.
Gerakan ini dipicu oleh rasa jenuh warga terhadap sikap penolakan yang dinilai mengedepankan ego kelompok di atas kepentingan umum.
Baca Juga: Bikin Arsenal Makin Pede! Kevin De Bruyne Akui The Gunners sebagai Tim Terkuat di Dunia Saat Ini
Ketua RW 17, Yanofri, menegaskan komitmennya sejak awal untuk mengawal proyek ini demi masa depan generasi muda di wilayah tersebut.
"Saya berempati kepada warga kami yang berharap ada pemerataan akses pendidikan yang murah, dekat, dan berkualitas untuk masa anak-anak serta cucu kami," ujar Yanofri.
Ia juga menyayangkan sikap menutup diri dari segelintir warga RW 16 yang enggan membuka ruang dialog dua arah dengan Pemkot Tangsel.
Baca Juga: Bukan Real Madrid atau PSG, Gary Lineker Pilih Arsenal! Barcelona Disebut Bisa Jadi Batu Sandungan
Menurutnya, penolakan ini terasa janggal karena warga sebelumnya menyetujui pembongkaran gedung sekolah lama di lahan yang sama.
"Masa pembongkaran bangunan sekolah lama disetujui warga, tapi pas mau dibangun lagi malah ditolak. Jangan buat kita berpikir negatif seolah-olah ada kepentingan pribadi untuk memanfaatkan lahan tersebut," sindir Yanofri.
Saat ini, Yanofri bersama empat Ketua RW di dalam perumahan, serta sejumlah pengurus RT/RW dari luar kompleks, telah menandatangani kesepakatan bersama.
Surat dukungan massal ini akan segera diserahkan langsung kepada Wali Kota Tangsel sebagai desakan resmi agar proyek segera dieksekusi.
Senada dengan Yanofri, Ketua RT 06/RW 15, Pramono Subekti, mengingatkan banyaknya dampak positif yang akan didapat warga jika SMPN 25 resmi berdiri.
Ia meminta pihak yang menolak untuk menurunkan ego dan mengutamakan musyawarah yang sejuk.
"Kalau ada sekolah baru kan membuat anak-anak di wilayah kita lebih berpeluang diterima di sekolah negeri. Apalagi bisa irit biaya juga dan kita tidak terlalu was-was karena jarak sekolah lebih dekat," jelasnya.
Baca Juga: Bikin Geger! 3 Helikopter Raksasa Jepang Turun di Kalbar, Siap Guyur Karhutla dengan Water Bombing
Ia berharap ruang mediasi yang kondusif bersama Pemkot Tangsel bisa segera dibuka agar aspirasi para orang tua yang mendambakan sekolah negeri dekat rumah dapat terakomodasi dengan baik.
"Harus dibuka dong ruang dialog yang lebih sejuk bukan penuh tegang, agar apa yang semua orang harapkan, orang tua harapkan bisa berjalan baik dan terakomodir," tandasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 2Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 3PILPRES 2029 Pecah Kongsi! Pengamat Cium Isyarat Jokowi-Prabowo Bukan Lagi Sejalan, Diduga Saling Berhadapan, Alasannya Begini
- 4Kekeringan Landa Cipete, PMI Pinang Salurkan Air Minum Bersih untuk Warga
- 5Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 6Bakar Mesin di 'Kandang' Prabowo, Manuver Tersembunyi Jokowi Isyaratkan Persiapan PILPRES 2029
- 7Rizal Fadillah Desak Prabowo Bersikap soal Gibran, Benarkah Wacana Pemakzulan Makin Panas?
- 8Borok Oknum Dapur Program MBG Terbongkar: Roti Ditekan Sadis, Blundernya Malah Ributin 'Fee' Pribadi!
- 9MU Siapkan Revolusi Besar Jika Michael Carrick Dipecat, Rashford Bisa Jadi Korban Pertama Eddie Howe
- 10Delapan Laga Tanpa Menang, Carrick di Ujung Tanduk! Gestur Perpisahan di Old Trafford Picu Spekulasi










