Banten

Nyaris Celaka di Udara: Kronologi Power Bank Meledak dan Berasap di Pesawat Batik Air, Warga Asing Diduga Abaikan Aturan!

Abdurahman | 30 Juli 2026, 16:04 WIB
Nyaris Celaka di Udara: Kronologi Power Bank Meledak dan Berasap di Pesawat Batik Air, Warga Asing Diduga Abaikan Aturan!
Viral power bank berasap di dalam pesawat Batik Air. (Threads/donimincuk)

AKURAT BANTEN — Suasana mencekam mendadak menyelimuti kabin pesawat Batik Air rute Makassar (Ujung Pandang) menuju Jakarta (ID-6143).

Sebuah video yang merekam detik-detik genting saat power bank milik seorang penumpang tiba-tiba mengeluarkan percikan api dan kepulan asap tebal mendadak viral di media sosial, memicu kepanikan sekaligus kemarahan warganet.

Insiden menegangkan ini sukses menyedot perhatian publik setelah diunggah oleh akun Threads @donimincuk dan kini telah meraup lebih dari 10.000 likes.

Baca Juga: Skandal 'Bapak-Anak' Guncang KPK: Staf Internal Bocorkan Rahasia Kasus untuk Palak Bupati Pemalang

Kronologi Kejadian: 20 Menit Setelah Lepas Landas

Berdasarkan narasi yang dibagikan dalam unggahan tersebut, insiden bermula sekitar 20 hingga 30 menit setelah pesawat lepas landas. Power bank yang diduga milik seorang warga negara asing (WNA) asal China yang duduk di kursi nomor 21E tiba-tiba mengalami korsleting dan terbakar.

Penerbangan Batik Air ID-6143 hampir celaka gegara kelakuan seorang WNA China yang duduk di kursi 21E mengabaikan peringatan dilarang menggunakan power bank. Power bank yang digunakan untuk charge HP tiba-tiba korsleting dan terbakar, tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Meski sempat memicu kepanikan di antara para penumpang di sekitar lokasi, situasi kritis tersebut berhasil diredam berkat kesigapan tingkat tinggi para awak kabin.

Baca Juga: Misi Menggila Wonderkid Mitchell Baker! Timnas Indonesia Diprediksi Tampil Sadis Bungkam Timor Leste

Respons Tegas Batik Air: Awak Kabin Bertindak Cepat

Pihak manajemen Batik Air bergerak cepat memberikan klarifikasi resmi untuk meredam kekhawatiran publik.

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, membenarkan adanya insiden gangguan teknis akibat perangkat elektronik penumpang di tengah penerbangan.

  • “Saat penerbangan berlangsung, salah satu power bank milik pelanggan mengeluarkan asap yang kemudian diikuti percikan api,” ungkap Danang dalam keterangan resminya.

Danang menegaskan bahwa seluruh awak kabin (cabin crew) telah dibekali pelatihan intensif terkait penanganan situasi darurat.

Prosedur keamanan standar langsung diterapkan seketika insiden terdeteksi.

  • “Penanganan dilakukan secara cepat dan tepat menggunakan peralatan keselamatan yang tersedia di dalam pesawat sehingga kondisi dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang lebih lanjut,” tambahnya.

Baca Juga: Bejat! Ayah Kandung di Samarinda Setubuhi Anak Sendiri Selama 6 Tahun, Ibu Histeris hingga Pingsan

Warganet Geram: Banyak Penumpang Nekat Abaikan Aturan Keselamatan

Viralnya insidian ini langsung diserbu ribuan komentar dari warganet.

Kolom balasan di media sosial berubah menjadi wadah bagi para penumpang lain untuk membagikan pengalaman serupa, di mana aturan keselamatan penerbangan sering kali diabaikan oleh oknum penumpang, terutama wisatawan asing.

  • Akun Threads @kencampur menceritakan pengalamannya saat terbang menuju Bali. Ia memergoki sepasang turis asing yang nekat menggunakan power bank di tengah penerbangan setelah lepas landas. “Untung gak terbakar tapi bahaya banget,” tulisnya.

  • Pengalaman serupa juga dibagikan oleh akun @angelicaast. Ia mengaku pernah melaporkan turis asing yang nekat mengisi daya ponsel menggunakan power bank saat penerbangan menuju Bangkok. “Akhirnya gue laporin aja ke pramugarinya... untung selamat sampai Bangkok,” kenangnya.

Baca Juga: Dominasi Spanyol dan Prancis: Di Balik Terpilihnya FIFA Dream XI 2026 yang Menghebohkan

Catatan Penting: Aturan Membawa Power Bank di Pesawat

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat dan traveler akan pentingnya mematuhi regulasi keselamatan penerbangan internasional maupun domestik.

Maskapai penerbangan, termasuk Batik Air, telah menetapkan aturan ketat terkait kapasitas dan penggunaan power bank (baterai lithium cadangan) di dalam kabin:

  1. Kapasitas $\le$ 20.000 mAh ($\le$ 100 Wh): Diperbolehkan dibawa ke dalam kabin pesawat.

  2. Kapasitas 20.001 hingga 32.000 mAh (100 Wh - 160 Wh): Diperbolehkan dibawa dengan syarat mendapat persetujuan maskapai dan kondisi fisik tidak rusak.

  3. Kapasitas $>$ 32.000 mAh ($>$ 160 Wh): Dilarang keras dibawa naik ke pesawat karena berisiko tinggi memicu ledakan atau kebakaran.

Peringatan Utama: Penumpang dilarang keras menggunakan atau mengisi daya (charging) power bank menggunakan aliran listrik pesawat atau mengisi daya ponsel menggunakan power bank selama penerbangan berlangsung demi menghindari risiko korsleting fatal di udara.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman