Banten

Heboh Gerai Kopdes Merah Putih Pulau Buluh Batam Gulung Tikar: Belum Genap Setahun, Warga Ungkap Fakta Mengejutkan!

Abdurahman | 24 Juli 2026, 15:08 WIB
Heboh Gerai Kopdes Merah Putih Pulau Buluh Batam Gulung Tikar: Belum Genap Setahun, Warga Ungkap Fakta Mengejutkan!
Ihwal tutupnya gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Pulau Buluh, Batam yang menuai sorotan di media sosial. (Instagram.com/@kilaskepri)

AKURAT BANTEN — Jagat media sosial di Kota Batam mendadak dihebohkan dengan kabar mengejutkan. Gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Pulau Buluh, yang digadang-gadang sebagai salah satu program kebanggaan, kini dikabarkan mendadak berhenti beroperasi.

Padahal, usia peresmiannya belum genap satu tahun.

Kabar ini langsung memicu sorotan tajam warganet setelah diunggah oleh akun Instagram @kilaskepri pada Jumat, 24 Juli 2026.

Publik pun bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi di balik megahnya seremoni peresmian yang sempat dihadiri oleh pejabat tinggi daerah?

Baca Juga: BEJAD! Bukannya Melindungi, Guru ASN Ini Malah Diduga Jadi 'Jalan' Suami Sendiri Cabuli Anak Yatim Piatu!

Diresmikan Wali Kota, Disebut Paling Siap

Ingatan publik tentu masih segar pada September 2025 lalu. Saat itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dengan bangga meresmikan langsung Kopdes Pulau Buluh.

Bahkan, gerai tersebut sempat disematkan predikat sebagai Kopdes yang paling siap di Kota Batam.

Namun, fakta di lapangan justru berbicara lain.

Berdasarkan penelusuran, gerai Kopdes tersebut ternyata tidak menempati gedung permanen milik pemerintah, melainkan menyewa ruko milik warga setempat.

Ukurannya pun tergolong mungil—hanya sekitar seperempat lapangan voli—dengan konstruksi bangunan yang didominasi oleh bahan kayu.

Tutup karena dipakai rumah orang. Katanya harus punya gedung sendiri di tanah pemerintah," ungkap salah seorang warga setempat, mengungkap fakta di balik gulungnya tikar operasional gerai tersebut, sebagaimana dilansir dari postingan Instagram @kilaskepri, Jumat, 24 Juli 2026.

Baca Juga: Truk Pengangkut Tanah Tujuan PIK 3 Terguling di Jalan Jenderal Sudirman Kota Tangerang

Pengakuan Dinas Koperasi: Mulai Jualan Tanpa Gedung, Modal Hanya Mengandalkan Simpanan Anggota

Menanggapi polemik ini, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, memberikan penjelasan terang-terangan.

Menurutnya, sejak awal pemerintah memang telah berupaya memfasilitasi koperasi ini agar bisa langsung berjalan dengan menjalin kemitraan penyediaan sembako dan distribusi gas.

Awalnya walaupun gerainya belum jadi, mereka sudah mulai beroperasi. Waktu mulai itu kita fasilitasi kemitraan untuk penyediaan sembako maupun gas," jelas Salim saat dikonfirmasi, Jumat (24 Juli 2026).

Kendati demikian, Salim mengakui bahwa saat koperasi mulai beroperasi, belum ada kucuran bantuan dana permodalan baik dari pemerintah maupun skema pembiayaan eksternal.

Baca Juga: BPKP Didesak Evaluasi Audit Kerugian Negara, Kasus Tom Lembong dan ASDP Jadi Sorotan

Operasional harian saat itu murni berjalan di atas pundak para anggota lewat simpanan pokok dan wajib.

Belum ada bantuan dana. Mereka waktu itu hanya mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib anggota, bebernya.

Ia menambahkan, bantuan pembiayaan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat itu masih berada dalam proses birokrasi, sementara pembangunan fisik gerai Koperasi Merah Putih ditangani langsung oleh pihak Agrinas.

Modal Seret dan Tantangan Pengurus

Kombinasi antara minimnya modal dan ketiadaan fasilitas permanen dinilai menjadi pukulan telak bagi kelangsungan hidup Kopdes Pulau Buluh.

Salim tidak menampik bahwa kondisi finansial yang rapuh membuat pengurus keteteran menjalankan roda usaha.

Memang belum kuat. Mungkin juga dari sisi pengurusnya sendiri. Kami dari dinas sifatnya memfasilitasi, baik pendampingan kelembagaan maupun pembinaan, tegas Salim.

Baca Juga: Polisi Ungkap Jesslyn Wijaya Lay Terbang ke Malaysia Bersama Keluarga, Dugaan Penculikan Masih Diselidiki

Bagaimana Kabar 63 Kopdes Lainnya di Batam?

Di tengah sorotan tajam terhadap kasus Pulau Buluh, program Koperasi Merah Putih di Kota Batam sejatinya tetap berjalan secara masif.

Salim memaparkan bahwa kelembagaan koperasi ini sejatinya telah terbentuk di seluruh kelurahan di Batam.

  • Total Kelurahan/Koperasi: 64 unit (tersebar di seluruh kelurahan di Kota Batam).

  • Ketersediaan Lahan: Baru sekitar 45 lokasi yang memiliki kepastian lahan.

  • Progres Fisik: Sebanyak 43 gerai sudah berhasil dibangun, 2 gerai belum terbangun, sementara sisanya masih dalam proses pengajuan atau pencarian lahan.

Guna mengantisipasi kendala serupa tidak terulang di wilayah lain, Pemerintah Kota Batam kini terus memperketat koordinasi lintas sektor.

Bersama Kodim dan pihak Agrinas, percepatan pembangunan fisik gerai di puluhan titik lokasi terus digenjot agar program kesejahteraan masyarakat ini tidak sekadar menjadi isapan jempol belaka di media sosial.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman