Banten

Lapor Pangdam Jadi Kanal Aduan Publik Kodam Radin Inten Dorong Kebijakan Berbasis Data

Moehamad Dheny Permana | 29 Januari 2026, 21:18 WIB
Lapor Pangdam Jadi Kanal Aduan Publik Kodam Radin Inten Dorong Kebijakan Berbasis Data

Akurat Banten - Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi meluncurkan aplikasi Lapor Pangdam sebagai sarana komunikasi terbuka antara masyarakat dan TNI dalam rangka memperkuat partisipasi publik di wilayah teritorial Kodam XXI/Radin Inten.

Menurut Kristomei, kehadiran aplikasi tersebut merupakan langkah nyata institusinya dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi yang transparan sekaligus respons cepat dari aparat di lapangan.

“Lewat aplikasi ini, masyarakat bisa menyampaikan laporan secara langsung, termasuk menilai kinerja Babinsa di wilayah masing-masing,” ujar Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Ia menjelaskan, fungsi Lapor Pangdam tidak terbatas pada pengawasan personel, tetapi juga mencakup pelaporan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar warga.

Kristomei menyebutkan, laporan yang masuk dapat berupa kondisi infrastruktur seperti jalan rusak, jembatan yang terputus, hingga persoalan sosial yang membutuhkan perhatian lintas sektor.

Dengan mekanisme pelaporan berbasis digital, ia berharap tidak ada lagi jarak antara masyarakat dan aparat dalam menyampaikan aspirasi maupun keluhan yang bersifat mendesak.

“Setiap laporan akan kami tindaklanjuti dan kami koordinasikan dengan pemangku kepentingan terkait agar penanganannya bisa dilakukan secepat mungkin,” katanya.

Baca Juga: Luapan Kali Cakung Rendam Kampung Sawah, Aktivitas Warga Jakarta Timur Lumpuh Sejak Pagi

Ia menegaskan bahwa Kodam XXI/Radin Inten berkomitmen menjadikan data sebagai fondasi utama dalam mendukung proses pengambilan keputusan pemerintah daerah.

Menurut Kristomei, kebijakan publik yang efektif harus disusun berdasarkan data yang valid, terukur, dan berasal langsung dari kondisi riil di lapangan.

“Ke depan, data yang dihimpun melalui Aplikasi Centurion 21 maupun Lapor Pangdam dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, integrasi data antara TNI dan pemerintah daerah akan mempercepat penyelesaian persoalan sekaligus meminimalkan kesalahan dalam penentuan prioritas pembangunan.

Selain fokus pada pelayanan publik dan tata kelola berbasis data, Kodam XXI/Radin Inten juga menaruh perhatian serius pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kristomei mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah perguruan tinggi di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Kerja sama tersebut membuka kesempatan bagi prajurit TNI untuk melanjutkan pendidikan formal, sekaligus memberi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Mahasiswa bisa turun ke lapangan melalui program Kuliah Kerja Nyata, sementara prajurit kami mendapatkan akses peningkatan kompetensi akademik,” katanya.

Baca Juga: Kemandirian Polri Jadi Perhatian, Pengamat Nilai Sikap Kapolri Jadi Penjaga Demokrasi

Ia menilai kolaborasi tersebut akan menciptakan ekosistem pembelajaran yang saling menguntungkan antara TNI, dunia pendidikan, dan masyarakat.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks di daerah.

“Dengan kolaborasi ini, akan tercipta sinergi antara TNI, mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Kristomei.

Melalui berbagai terobosan tersebut, Pangdam XXI/Radin Inten berharap peran TNI tidak hanya dirasakan dalam aspek pertahanan, tetapi juga sebagai mitra aktif masyarakat dalam pembangunan dan penyelesaian persoalan sehari-hari.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.