Banten

Gus Ipul Bertemu Seskab Teddy Bahas Sekolah Rakyat, Program Pendidikan yang Disiapkan Putus Kemiskinan Antar Generasi

Moehamad Dheny Permana | 29 Januari 2026, 14:55 WIB
Gus Ipul Bertemu Seskab Teddy Bahas Sekolah Rakyat, Program Pendidikan yang Disiapkan Putus Kemiskinan Antar Generasi

Akurat Banten - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam sebuah pertemuan di Kantor Sekretariat Kabinet, yang membahas penguatan program Sekolah Rakyat sebagai agenda strategis nasional.

Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi lanjutan mengenai arah kebijakan pendidikan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal.

Informasi mengenai pertemuan itu disampaikan melalui unggahan resmi akun Instagram Sekretariat Kabinet yang dipublikasikan pada Kamis.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul memaparkan sejumlah titik baru pembangunan Sekolah Rakyat yang direncanakan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Drone TNI AU Menyisir Longsor Cisarua, Harapan Evakuasi Cepat Kian Terbuka

Pemerintah menilai pemetaan lokasi dan pendekatan berbasis kebutuhan lokal menjadi kunci agar Sekolah Rakyat benar-benar menjangkau sasaran.

Selain soal lokasi, pembahasan juga menyinggung skema pengelolaan dan penguatan kualitas pendidikan di dalam Sekolah Rakyat.

Salah satu gagasan yang mengemuka adalah rencana kerja sama dengan berbagai universitas dan institusi kedinasan di dalam negeri.

"Selain itu, dibahas pula rencana kerja sama Sekolah Rakyat dengan universitas-universitas dalam negeri serta kedinasan, yang diharapkan dapat menjadi gudang ilmu bagi para lulusan Sekolah Rakyat," tulis akun Sekretariat Kabinet.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka akses lanjutan bagi para lulusan agar memiliki keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dokumentasi pertemuan memperlihatkan Gus Ipul dan Seskab Teddy duduk berhadapan dalam suasana santai namun serius membahas substansi program.

Keduanya tampak terlibat percakapan hangat yang mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menyiapkan fondasi pendidikan alternatif.

Usai pertemuan, Seskab Teddy turut mengantar Gus Ipul hingga menuju kendaraan, menandai berakhirnya agenda diskusi malam itu.

Sekolah Rakyat sendiri merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya konkret memutus mata rantai kemiskinan.

Presiden menaruh perhatian besar pada anak-anak dari keluarga tidak mampu yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan formal.

Melalui Sekolah Rakyat, negara hadir untuk memastikan mereka tetap mendapatkan hak belajar yang layak dan bermartabat.

Program ini tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Pemerintah ingin anak-anak tersebut memperoleh kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan serta asupan makanan bergizi.

Presiden Prabowo secara tegas menekankan bahwa kemiskinan tidak boleh diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Baca Juga: DPR Soroti Mekanisme OTT KPK Ketua Komisi Tegaskan Penindakan Tak Pernah Dirancang Sejak Awal

Menurut Presiden, negara memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menghentikan siklus tersebut.

Peningkatan kualitas hidup masyarakat, kata Presiden, harus dilakukan secara bertahap namun konsisten.

Sektor pendidikan dipandang sebagai salah satu pintu utama untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat miskin.

Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dan kesehatan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kebijakan tersebut.

Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berharap tercipta generasi baru yang lebih berdaya dan mandiri.

Program ini dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang inklusif.

Diskusi antara Seskab Teddy dan Gus Ipul menjadi salah satu langkah awal untuk memastikan visi tersebut dapat terwujud secara nyata.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.