Trump Siap Buka Blokade Selat Hormuz Jika Iran Setujui Kesepakatan dengan AS

AKURAT BANTEN - Menyoroti blokade Selat Hormuz yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS), Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa pihaknya siap membuka kembali salah satu jalur pelayaran minyak paling vital di dunia, dengan syarat tertentu.
Dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis, Trump menegaskan bahwa keputusan pembukaan selat tersebut tidak akan dilakukan sembarangan.
Menurutnya, langkah itu hanya akan diambil jika tercapai kesepakatan dengan Iran atau muncul perkembangan yang dinilai “sangat positif”.
Baca Juga: Penolakan 'Nambah Ronde' Berujung Maut, Pria Cekik Selingkuhan hingga Tewas di Kamar Hotel Sumut
“Kami memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, dan akan membukanya jika mereka mencapai kesepakatan atau terjadi perkembangan yang sangat positif,” ujar Trump, Kamis (23/4).
Trump juga menyoroti potensi keuntungan besar yang bisa diraih Iran jika jalur tersebut kembali dibuka. Ia memperkirakan Teheran dapat memperoleh hingga 500 juta dolar AS per hari, atau setara sekitar Rp8,7 triliun.
Hal inilah yang menjadi alasan Washington menahan diri untuk tidak membuka akses tersebut sebelum adanya kesepakatan resmi.
Baca Juga: Kartini di Balik Seragam: Kompol Susida, Kepemimpinan Empatik dari Polsek Ciledug
Pemerintah AS menilai, membiarkan Iran mendapatkan keuntungan besar tanpa komitmen politik justru dapat memperkuat posisi mereka dalam konflik.
Seperti yang diketahui, konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat sejak 28 Februari, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.
Situasi sempat mereda setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata selama dua minggu yang dimulai pada 7 April. Upaya diplomasi pun dilakukan melalui perundingan di Islamabad, namun tidak menghasilkan kesepakatan konkret.
Meski belum ada tanda dimulainya kembali konflik terbuka, Amerika Serikat tetap meningkatkan tekanan dengan menerapkan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Baca Juga: Polisi Bongkar Peredaran Sabu dan Ganja di Kontrakan Kebon Jeruk, Satu Orang Ditangkap
Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk menekan Teheran agar segera mencapai kesepakatan.
Pada 21 April, Trump kembali menegaskan bahwa gencatan senjata akan diperpanjang. Namun di sisi lain, operasi blokade angkatan laut di Selat Hormuz tetap dilanjutkan sebagai bentuk tekanan strategis.
Kondisi di Selat Hormuz kini menjadi sorotan dunia, mengingat perannya yang sangat penting dalam distribusi energi global. Setiap keputusan terkait pembukaan atau penutupan jalur ini berpotensi berdampak langsung pada harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi internasional.
Baca Juga: Satpol PP Kota Tangerang Cabut Segel PT ESA Jaya Saputra Meski Izin Masih Dalam Proses
Hingga kini, dunia masih menanti apakah negosiasi antara Washington dan Teheran dapat mencapai titik terang atau justru kembali memicu eskalasi konflik yang lebih luas. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bikin Geger! MK Segera Sidangkan Gugatan Gibran, Ini Isi Permohonannya hingga Nasib Kursi Wakil Presiden
- 2Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 5Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 6Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 7Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 8Heboh Suahasil Nazara Dituding Korupsi Rp500 Triliun, Ternyata Judul Beritanya Dipalsukan
- 9ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Menhan Sjafrie Ungkap Kondisi Kapal Hibah Italia
- 10TNI AL Temukan 3 Jenazah di KM Virgo Transport 8, Tim Kopaska Pecahkan Kaca Kapal









