Banten

Musik Religi Lokal Disiapkan Menggema di Ruang Publik Sepanjang Momentum Keagamaan

Moehamad Dheny Permana | 16 Desember 2025, 20:32 WIB
Musik Religi Lokal Disiapkan Menggema di Ruang Publik Sepanjang Momentum Keagamaan

Akurat Banten - Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis agar musik religi karya musisi Indonesia semakin sering terdengar di berbagai ruang publik sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual dan keberpihakan pada karya dalam negeri.

Upaya tersebut diarahkan agar lagu-lagu religi lokal tidak hanya hadir sesaat, tetapi menjadi bagian dari suasana perayaan hari besar keagamaan yang berkelanjutan di pusat aktivitas masyarakat.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo menyebut inisiatif ini diharapkan mulai berjalan sejak tahun ini dan terus berlanjut dalam jangka panjang.

Ia berharap masyarakat dapat merasakan kehadiran karya anak bangsa setiap kali memasuki momentum keagamaan, mulai dari Natal, Tahun Baru, Ramadan, hingga Imlek.

“Doakan saja, mudah-mudahan mulai tahun ini dan bertahun-tahun ke depan, setiap kita datang ke ruang publik saat hari besar keagamaan, yang terdengar adalah karya musisi Indonesia,” ujar Giring.

Menurutnya, musik religi memiliki peran penting dalam membangun suasana batin masyarakat sekaligus menjadi sarana ekspresi nilai-nilai spiritual yang inklusif.

Pemerintah, kata Giring, ingin memastikan bahwa penguatan spiritualitas tersebut berjalan seiring dengan penguatan ekosistem musik nasional.

Ia menilai tata kelola royalti yang kini semakin tertata menjadi faktor pendukung utama agar pemutaran musik religi lokal dapat diterapkan secara luas tanpa menimbulkan persoalan hukum.

Optimisme tersebut juga diperkuat dengan sambutan positif dari pelaku usaha, khususnya pengelola pusat perbelanjaan serta sektor perhotelan dan restoran.

Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia disebut telah menyatakan kesiapan untuk mendukung kebijakan tersebut.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Kebudayaan telah menerbitkan surat rekomendasi berisi daftar lagu religi karya musisi Indonesia yang dapat diputar sesuai dengan konteks perayaan keagamaan.

Daftar tersebut disusun agar pengelola ruang publik memiliki acuan yang jelas sekaligus mendorong penggunaan karya lokal secara konsisten.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya memperkuat ekosistem musik religi melalui kegiatan berskala lebih luas.

Baca Juga: Konten YouTube Berujung Penangkapan, Polda Jabar Proses Resbob atas Dugaan Ujaran Kebencian

Giring mengungkapkan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan musisi religi senior Hadad Alwi untuk menghadirkan festival khusus musik religi.

Festival tersebut diharapkan menjadi ruang temu bagi musisi, pelaku industri, dan masyarakat sekaligus membuka peluang regenerasi di genre musik religi.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kebudayaan juga menggelar pertemuan dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk membahas perluasan ruang ekspresi bagi musisi religi lokal.

Pertemuan itu menyoroti pentingnya menghadirkan karya religi Indonesia di ruang-ruang publik seperti mal, hotel, hingga restoran.

Dalam diskusi tersebut, Giring menyampaikan aspirasi para pelaku musik religi yang menginginkan pemahaman lebih utuh antara karya cipta dan nilai ibadah.

“Ibadah dan karya itu tidak terpisah, keduanya saling menguatkan,” kata Giring.

Ia menegaskan perlunya kolaborasi lintas kementerian agar pesan spiritual melalui musik dapat tersampaikan secara luas dan berkelanjutan.

“Kami mengajak Kementerian Agama untuk bersama-sama mendukung pemutaran musik religi karya anak bangsa di ruang publik,” ujarnya.

Langkah ini, lanjut Giring, juga menjadi bagian dari upaya mengurangi dominasi karya luar negeri dalam momen-momen keagamaan di dalam negeri.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan seni religi.

Baca Juga: Viral Tuduhan Penggelapan 20 Kg Sabu, Saksi Penangkapan Lapor Pembuat Video ke Polda Metro

Ia menegaskan dukungan itu berlaku untuk seluruh agama yang diakui di Indonesia tanpa pengecualian.

Menurutnya, seni dan agama memiliki hubungan yang erat karena seni mampu menjadi medium penyampai nilai-nilai keimanan.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas seni dinilai dapat memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.

Selain memperkenalkan karya musisi lokal, inisiatif ini juga diharapkan meneguhkan peran ruang publik dan rumah ibadah sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.