Banten

Dua Pemuda Diciduk Usai Todong Sopir Boks di Jakbar, Polisi Bergerak Kilat

Moehamad Dheny Permana | 25 November 2025, 08:18 WIB
Dua Pemuda Diciduk Usai Todong Sopir Boks di Jakbar, Polisi Bergerak Kilat

Akurat Banten - Insiden pemerasan terhadap sopir mobil boks di kawasan Jakarta Barat kembali mencuat dan langsung ditangani aparat dengan langkah cepat.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam ketika sebuah mobil boks mengalami gangguan mesin di wilayah Kapuk, Cengkareng.

Sopir yang panik kemudian meminta bantuan warga sekitar agar kendaraan dapat digeser dari badan jalan.

Menurut keterangan polisi, aksi saling bantu itu awalnya berjalan wajar, hingga suasana berubah setelah sopir memberikan uang terima kasih kepada para pemuda yang ikut menolong.

“Ia memberikan uang ala kadarnya, tetapi dua orang pemuda justru menuntut lebih,” ujar Ipda M. Nico Saputra dari Pamapta Polres Metro Jakarta Barat.

Nico menuturkan bahwa permintaan tambahan itu memunculkan cekcok yang semakin memanas.

Sopir dan kernet kemudian diminta turun dari kendaraan oleh kedua pelaku yang mendadak bersikap agresif.

Salah satu korban bahkan mengalami pemukulan di bagian wajah hingga diancam akan ditusuk jika tidak memenuhi keinginan mereka.

Merasa situasi tak lagi aman, keduanya memutuskan kabur dan langsung mencari perlindungan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Di kantor polisi, mereka melaporkan insiden tersebut lengkap dengan kronologi yang membuat tim patroli Pamapta segera melakukan pencarian.

Baca Juga: Dindikbud Tangsel Siapkan Pemasangan CCTV di Seluruh Kelas SD dan SMP Negeri untuk Perkuat Pencegahan Kekerasan

“Begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan dua orang yang diduga terlibat,” kata Nico.

Penangkapan berlangsung tak lama setelah penyisiran dilakukan di sekitar tempat kejadian.

Kedua pemuda itu langsung dibawa ke Mapolres untuk pemeriksaan intensif guna memastikan peran masing-masing dalam aksi pemerasan tersebut.

Polisi menyebut keduanya tidak melakukan perlawanan saat diamankan.

Setelah pemeriksaan awal, korban menyatakan keberatan membawa kasus ini ke ranah hukum dan membuka peluang penyelesaian damai.

Atas permintaan tersebut, petugas kemudian memfasilitasi proses restorative justice antara korban dan pelaku.

“Korban sudah menyampaikan kesediaannya untuk berdamai,” tutur Nico.

Meski begitu, polisi menegaskan bahwa proses pembinaan tetap diberikan kepada kedua pemuda itu agar kejadian serupa tidak terulang.

Aparat juga mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi petugas jika menghadapi tindakan kriminal serupa, terutama pada situasi rawan yang kerap muncul saat kendaraan mogok di jalan.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa modus pemerasan berkedok bantuan masih terjadi di sejumlah titik di Jakarta Barat.

Dengan adanya penindakan cepat dari pihak kepolisian, warga diharapkan lebih merasa aman ketika berada di jalan raya pada malam hari.

Baca Juga: Kasus Impor 250 Ton Beras di Sabang, Mentan Amran Ancam Copot Pejabat yang Ikut Terlibat

Aksi kriminal yang memanfaatkan momen darurat seperti mogoknya kendaraan disebut polisi sebagai potensi kejahatan yang harus terus diwaspadai.

Kini, kedua pemuda yang diamankan tersebut telah diserahkan kembali ke lingkungan keluarga setelah proses mediasi dinyatakan selesai.

Namun polisi memastikan akan terus memonitor kawasan rawan dan meningkatkan patroli malam untuk mencegah tindakan serupa terjadi lagi.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.