Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Laporkan Rumah ke RT RW Sebelum Mudik Lebaran
Akurat Banten - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan masyarakat yang akan pulang kampung saat Lebaran agar tidak meninggalkan rumah begitu saja tanpa memberi kabar kepada pengurus lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan Pramono usai membuka Festival Bedug di Taman Ismail Marzuki.
Ia menilai kebiasaan sederhana seperti melapor kepada pengurus RT dan RW dapat membantu menjaga keamanan rumah yang ditinggal selama masa mudik.
Menurutnya, langkah kecil itu sering dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar bagi keamanan lingkungan.
"Kami meminta kepada para pemudik sebelum pulang mereka melapor pada RT, RW setempat. Jangan sampai rumah ditinggalkan, tidak ada yang lapor," kata Pramono.
Baca Juga: Prabowo Tunjuk Bahlil Pimpin Satgas Transisi Energi Dorong Indonesia Menuju Era Energi Bersih
Ia menjelaskan bahwa pemberitahuan kepada pengurus lingkungan membuat warga sekitar mengetahui kondisi rumah yang sedang kosong.
Dengan adanya informasi tersebut, pengawasan dapat dilakukan bersama oleh pengurus RT, RW, hingga tetangga di sekitar tempat tinggal.
Pramono menilai partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama ketika banyak warga meninggalkan rumah dalam waktu bersamaan saat musim mudik.
Ia juga menyoroti potensi risiko yang bisa muncul apabila rumah ditinggalkan tanpa pemberitahuan kepada pengurus lingkungan.
Rumah kosong yang tidak diketahui oleh warga sekitar dinilai lebih rentan menjadi sasaran tindak kejahatan seperti pencurian.
Baca Juga: Mudik Gratis AirNav 2026, Waktu Pendaftaran Gelombang Kedua Resmi Diubah
Karena itu, komunikasi antara warga dan lingkungan sekitar sangat penting dilakukan sebelum bepergian dalam jangka waktu lama.
Menurutnya, langkah melapor kepada RT dan RW bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keamanan bersama.
Pramono menegaskan warga tidak seharusnya langsung menyalahkan aparat lingkungan apabila terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.
Ia menilai tanggung jawab menjaga keamanan lingkungan juga memerlukan kerja sama antara masyarakat dan pengurus wilayah.
"Jangan sampai rumah ditinggalkan, tidak ada yang dilaporkan, kemudian terjadi pencurian, yang disalahkan adalah pemerintah pada tingkat RT, RW ataupun kelurahan," jelasnya.
Ia berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Dengan saling memberi informasi, pengurus wilayah maupun warga sekitar bisa membantu memantau kondisi rumah yang ditinggalkan pemiliknya.
Selain menyinggung soal mudik Lebaran, Pramono juga memastikan layanan publik di Jakarta tetap berjalan seperti biasa.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, sudah menyiapkan berbagai sistem pelayanan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan meskipun ada penyesuaian pola kerja aparatur sipil negara.
Dalam waktu dekat, sejumlah ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta akan mulai menerapkan sistem kerja fleksibel.
Kebijakan tersebut dikenal dengan istilah work from everywhere atau WFE.
Baca Juga: Mudik Gratis AirNav 2026, Waktu Pendaftaran Gelombang Kedua Resmi Diubah
Meski sebagian pegawai akan bekerja secara fleksibel, pemerintah daerah memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu.
Pramono menegaskan seluruh mekanisme pelayanan publik telah disiapkan agar tetap berjalan optimal.
"Walaupun mulai minggu depan sudah ada WFE, tetapi untuk pelayanan publik di Jakarta sudah kami persiapkan sehingga tidak ada perubahan apa pun," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan warga untuk melakukan sejumlah langkah pencegahan sebelum berangkat mudik.
Salah satunya dengan memastikan seluruh pintu dan jendela rumah telah dikunci dengan baik.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk berkoordinasi dengan tetangga terdekat agar rumah tetap terpantau selama ditinggalkan.
Menurut Pramono, hubungan baik dengan lingkungan sekitar menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga keamanan tempat tinggal.
Dengan adanya komunikasi yang baik antara warga, pengurus RT dan RW, serta tetangga, potensi gangguan keamanan dapat diminimalkan.
Ia berharap masyarakat Jakarta bisa menjalani tradisi mudik Lebaran dengan tenang tanpa khawatir terhadap kondisi rumah yang ditinggalkan.
Baca Juga: Penertiban Pak Ogah di Grogol Petamburan Diperketat, Petugas Gabungan Sasar Titik Rawan Kemacetan
Pramono juga mengajak warga untuk menjadikan momentum mudik sebagai kesempatan mempererat hubungan dengan keluarga di kampung halaman tanpa mengabaikan aspek keamanan rumah di kota.
Dengan persiapan yang matang dan komunikasi yang baik dengan lingkungan sekitar, masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dengan lebih nyaman dan aman.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 5Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







