Detik-Detik Terakhir Ali Khamenei, Pidatonya Soal Kehancuran AS Viral Usai Serangan Teheran

AKURAT BANTEN – Dunia internasional diguncang kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan udara besar yang dilaporkan terjadi di Teheran pada akhir Februari 2026.
Insiden tersebut disebut melibatkan kekuatan militer Amerika Serikat yang didukung Israel.
Serangan itu dikabarkan menghantam sejumlah titik strategis, termasuk kompleks kediaman keluarga Khamenei.
Puluhan ledakan terdengar di beberapa wilayah ibu kota Iran, memicu kepanikan warga serta meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Perbandingan Kekuatan Militer Iran dan Israel: Unggul Jumlah Tentara atau Besar Anggaran?
Presiden AS, Donald Trump, secara terbuka memberikan pernyataan terkait kabar tersebut.
Melalui akun media sosialnya, Trump menyampaikan komentar keras yang langsung menyita perhatian publik global.
Pernyataan itu pun menuai pro dan kontra di berbagai negara.
Di tengah situasi yang memanas, warganet ramai membagikan kembali rekaman pidato terakhir Khamenei yang disampaikan pada pertengahan Februari 2026.
Berdasarkan laporan NDTV, pidato itu berlangsung saat peringatan peristiwa bersejarah di Tabriz, Provinsi Azerbaijan Timur.
Dalam pidatonya, Khamenei secara gamblang mengkritik kebijakan Amerika Serikat.
Ia menyebut sistem politik dan sosial AS tengah mengalami kemunduran serius.
Bahkan, ia menyatakan bahwa kekuatan besar tersebut sedang menuju kehancuran akibat persoalan internal yang diciptakannya sendiri.
Baca Juga: Operasi Gabungan Israel–Amerika Serikat Sudah Sasar 2.000 Lebih Titik di Iran
Khamenei menyoroti berbagai isu domestik di AS, mulai dari ketidakstabilan ekonomi hingga polarisasi politik.
Ia mengklaim bahwa sebagian besar masyarakat Amerika tidak lagi memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan negaranya.
Tak hanya itu, ia juga mengulas sejarah panjang hubungan tegang antara Teheran dan Washington.
Menurutnya, konflik bermula dari ambisi Amerika yang ingin memperluas pengaruhnya di Iran.
Baca Juga: Iran Tanpa Pemimpin Tertinggi? Dunia Tegang Menunggu Siapa Pengganti Setelah Wafatnya Ali Khamenei
Namun, upaya tersebut disebutnya selalu mendapat perlawanan dari rakyat Iran sejak Revolusi Islam 1979.
Khamenei menegaskan bahwa Republik Islam Iran tetap berdiri kokoh meski menghadapi tekanan, sanksi, hingga ancaman militer selama puluhan tahun.
Ia menyebut selama 47 tahun terakhir, berbagai strategi yang diterapkan AS tidak pernah berhasil meruntuhkan sistem pemerintahan Iran.
Pernyataan-pernyataan itu kini kembali mencuat dan viral di media sosial, terutama karena disampaikan hanya beberapa hari sebelum serangan terjadi.
Baca Juga: Dunia Tegang Setelah Khamenei Tewas, AS Iran di Ambang Perang Besar, Trump Buka Suara
Banyak pihak menilai pidato tersebut sarat pesan perlawanan dan keyakinan terhadap ketahanan negaranya.
Sementara itu, situasi pasca-serangan dilaporkan semakin tegang.
Garda Revolusi Iran disebut telah menyatakan kesiapan untuk melakukan respons militer terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Ancaman serangan balasan terhadap target Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah pun mencuat.
Baca Juga: Dunia Tegang Setelah Khamenei Tewas, AS Iran di Ambang Perang Besar, Trump Buka Suara
Ketegangan ini memicu kekhawatiran komunitas internasional akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas.
Sejumlah negara menyerukan penahanan diri agar situasi tidak berkembang menjadi perang terbuka yang dapat mengguncang stabilitas global.
Hingga kini, perkembangan di Teheran masih terus dipantau.
Kabar gugurnya Khamenei dan viralnya pidato terakhirnya menjadi sorotan utama dunia, menandai babak baru dalam dinamika hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Baca Juga: Menguak 9 'Dosa' Amerika di Iran: Catatan Kelam Intervensi Gedung Putih Sejak Kudeta 1953
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 4Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 5TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 6Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 7Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 8Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 9Kontroversi Kylian Mbappe di China Belum Mereda, Permintaan Maaf Real Madrid Belum Cukup
- 10Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya









