Banten

Dirut BPJS Kesehatan Tegaskan Orang Miskin Sekarang Dilarang Bayar, Asal Jadi Peserta Aktif

Andi Syafrani | 7 Oktober 2025, 11:40 WIB
Dirut BPJS Kesehatan Tegaskan Orang Miskin Sekarang Dilarang Bayar, Asal Jadi Peserta Aktif

AKURAT BANTEN - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menegaskan kembali tujuan utama berdirinya BPJS Kesehatan, yakni memastikan seluruh lapisan masyarakat, terutama yang kurang mampu bisa memperoleh layanan kesehatan tanpa harus terbebani biaya.

Dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) di kantor BPOM, Jakarta, Senin (6/10/2025), Ali mengatakan lembaganya berkomitmen kuat untuk menjaga prinsip keadilan sosial di bidang kesehatan.

Baca Juga: Heboh! Macan Tutul Masuk Hotel Bandung diduga Eksplorasi Habitat Baru, BBKSDA Jabar Buka Suara

“Kalau di Jogja dulu ada tulisan ‘orang miskin dilarang sakit’. Sekarang sudah berubah. Orang miskin kalau sakit justru dilarang bayar, asal mereka jadi peserta aktif BPJS,” ujar Ali sambil tersenyum.

Ia menjelaskan, sejak BPJS Kesehatan beroperasi, kesenjangan akses antara masyarakat kaya dan miskin terhadap layanan kesehatan terus berkurang. Kini, siapa pun berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa memandang status ekonomi.

Baca Juga: Wamenaker Pastikan Program Magang Nasional 2025 Buka Peluang untuk 20 Ribu Lulusan Baru

“BPJS didirikan bukan hanya untuk menanggung biaya berobat, tapi juga memastikan semua warga punya akses yang sama terhadap fasilitas kesehatan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ali menuturkan bahwa upaya pemerataan layanan terus dilakukan dengan menggandeng Kementerian Kesehatan.

Salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah pemerataan alat kesehatan, tenaga medis, dan peningkatan kualitas rumah sakit di berbagai daerah, terutama di wilayah terpencil.

Baca Juga: Mau Maganghubkemnaker.go.id Klik di Sini untuk Lulusan S1 yang Ingin Dapat Pengalaman dan Gaji UMP Plus Plus

“Masih ada tantangan soal ketimpangan fasilitas. Karena itu, kami bersama Kemenkes terus memperkuat distribusi alat kesehatan dan SDM medis supaya tidak hanya terpusat di kota besar,” katanya.

Selain soal akses, Ali juga menyoroti pentingnya semangat gotong royong dalam sistem jaminan kesehatan nasional. Ia mengingatkan bahwa prinsip BPJS adalah saling membantu, yang mampu membantu yang kurang mampu.

“Kesehatan itu mahal, dan karena itu harus ditanggung bersama. Yang kaya membayar iuran sesuai kemampuan, sementara yang miskin dibantu oleh negara. Inilah bentuk gotong royong modern,” jelasnya.

Baca Juga: Tagihan Naik Saat Air Mati Dua Pekan, Warga TKP 1 Sebut PDAM TKR Main Curang

Ali optimistis, dengan semakin banyaknya peserta aktif dan perbaikan sistem pelayanan, BPJS Kesehatan akan semakin kuat menjadi tulang punggung sistem kesehatan nasional.

Ia berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjadi peserta aktif agar hak mereka terlindungi ketika membutuhkan perawatan medis.

“Jangan tunggu sakit baru daftar. Jadi peserta aktif itu bukan cuma soal perlindungan diri, tapi juga bentuk solidaritas terhadap sesama,” tutupnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC