Banten

Warga Depok Bersama Polisi Gagalkan Tawuran, Remaja Dibina Lewat Pesantren Kilat

Riski Endah Setyawati | 23 Februari 2026, 05:47 WIB
Warga Depok Bersama Polisi Gagalkan Tawuran, Remaja Dibina Lewat Pesantren Kilat

Akurat Banten - Aksi cepat warga bersama aparat kepolisian berhasil mencegah potensi tawuran yang melibatkan sejumlah remaja di kawasan Jalan Rawasari, Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat.

Peristiwa ini menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian lingkungan mampu meredam situasi yang berpotensi membahayakan banyak pihak, khususnya generasi muda.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan wilayah.

“Peran warga sangat penting. Kolaborasi seperti ini membantu mencegah hal-hal yang bisa membahayakan remaja itu sendiri maupun masyarakat sekitar,” ujar Budi.

Ia menjelaskan bahwa sekelompok remaja tersebut diduga telah merencanakan pertemuan di satu titik sebagai bagian dari aksi tawuran antara kelompok dari Kampung Rawasari dan Kampung Pulo.

Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus setelah warga setempat lebih dulu mengetahui adanya aktivitas mencurigakan.

Saat para remaja mulai berkumpul, warga langsung bergerak cepat membubarkan kerumunan guna menghindari bentrokan yang bisa berujung kekerasan di ruang publik.

Tidak hanya membubarkan, warga juga turut mengamankan para remaja tersebut sebelum situasi berkembang semakin tidak terkendali.

Baca Juga: THR ASN Cair Lebih Awal, Pemerintah Kucurkan Rp55 Triliun Jelang Ramadan 2026

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, diketahui bahwa beberapa remaja membawa barang yang berpotensi digunakan sebagai alat tawuran, seperti bohlam dan tongkat golf.

Setelah diamankan, para remaja kemudian dibawa ke Polsek Pancoran Mas untuk dilakukan pendataan serta pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah penanganan tidak berhenti pada proses hukum semata, melainkan dilanjutkan dengan pendekatan pembinaan yang lebih humanis.

Para remaja tersebut kemudian diserahkan kepada Satuan Binmas Polres Metro Depok untuk mengikuti kegiatan pesantren kilat sebagai bentuk pembinaan karakter.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu sore pukul 16.00 WIB di Masjid Al Ikhlas Polres Metro Depok.

Dalam program pembinaan ini, para remaja diajak mengikuti berbagai aktivitas keagamaan dan edukatif yang bertujuan membentuk kesadaran diri.

Mereka menjalani shalat berjamaah, mendapatkan nasihat serta penyuluhan tentang pentingnya menjauhi perilaku negatif, dan diajak untuk lebih menghargai masa depan serta peran orang tua.

Selain itu, pembinaan rohani juga dilakukan melalui kegiatan membaca Al-Qur’an sebagai upaya menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual sejak dini.

Menurut Budi, upaya pencegahan tawuran tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat kepolisian saja.

Ia menekankan bahwa keberhasilan menjaga keamanan lingkungan membutuhkan sinergi yang kuat antara masyarakat dan pihak berwenang.

Baca Juga: Gempa Dahsyat Magnitudo 7,0 Guncang Barat Laut Tana Tidung, BMKG Ungkap Fakta Mengejutkan dari Kedalaman Episentrum

Kesadaran kolektif warga untuk saling peduli dan tanggap terhadap potensi gangguan keamanan dinilai sebagai kunci utama dalam menciptakan situasi yang kondusif.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan kejadian yang meresahkan, segera hubungi Call Center 110 bebas pulsa. Setiap laporan akan ditindaklanjuti,” kata Budi.

Lebih jauh, pihak kepolisian berharap langkah pembinaan yang diberikan kepada para remaja tersebut mampu memberikan efek jera sekaligus membuka kesadaran baru.

Diharapkan para remaja dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini sehingga tidak mengulangi kesalahan serupa di masa mendatang.

Upaya ini juga diharapkan memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada waktu-waktu rawan seperti malam hingga dini hari.

Dengan kolaborasi yang terus terjaga, lingkungan yang aman dan nyaman bukan lagi sekadar harapan, melainkan dapat menjadi realitas yang dirasakan bersama.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.