Banten

Mentan Pastikan Operasi Pasar Beras Tetap Jalan Meski Pedagang Mengeluh Omzet Turun

Moehamad Dheny Permana | 23 Agustus 2025, 18:56 WIB
Mentan Pastikan Operasi Pasar Beras Tetap Jalan Meski Pedagang Mengeluh Omzet Turun

Akurat Banten - Menteri Pertanian Amran Sulaiman angkat bicara terkait keluhan para pedagang soal penurunan omzet akibat operasi pasar beras.

"Saya mendengar ada keluhan sedikit dari pedagang karena omzetnya berkurang," ujar Amran.

Keluhan tersebut muncul karena sebagian pedagang merasa pendapatan mereka menurun saat beras dijual lebih murah melalui operasi pasar.

Sejumlah pedagang menyarankan agar kegiatan operasi pasar tidak digelar di luar lokasi pasar agar mereka tetap bisa menjual dagangan dengan lancar.

Amran menegaskan, tujuan utama operasi pasar adalah untuk menjaga harga beras tetap stabil bagi konsumen, bukan untuk merugikan pedagang.

Menurutnya, strategi ini dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, TNI, dan Polri, demi efektivitas pengendalian harga.

"Operasi pasar ini terbukti ampuh menekan harga beras beberapa waktu terakhir," kata Amran.

Program operasi pasar ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Mentan menegaskan pemerintah akan terus melanjutkan kegiatan ini hingga Desember 2025 agar stok beras tetap terjaga dan harga tidak melonjak menjelang akhir tahun.

Baca Juga: IIF Suntik Rp42,5 Triliun untuk Infrastruktur, Dorong Indonesia Emas 2045

Saat ini, ketersediaan beras di gudang mencapai 1,3 juta ton, yang siap digelontorkan untuk operasi pasar sesuai kebutuhan.

"Saat ini baru sekitar 65 ribu ton yang sudah didistribusikan ke pasar," jelas Amran.

Amran juga menekankan pentingnya operasi pasar untuk menstabilkan harga di tingkat konsumen, terutama di tengah fluktuasi harga pangan global.

Dia menambahkan, langkah ini sekaligus melindungi masyarakat dari lonjakan harga yang bisa terjadi tiba-tiba karena gangguan pasokan.

Beberapa pedagang memang mengaku penjualan beras menurun, namun menurut Amran, ini adalah dampak sementara yang bisa diatasi dengan penyesuaian strategi dagang.

"Kami menghargai aspirasi pedagang, tapi stabilisasi harga tetap jadi prioritas utama," ujar Amran.

Selain itu, operasi pasar juga menumbuhkan persaingan sehat sehingga pedagang terdorong untuk menjaga kualitas dan harga produk mereka.

Beberapa konsumen menyambut baik kebijakan ini karena harga beras di pasaran menjadi lebih terjangkau, terutama untuk kelas menengah ke bawah.

Mentan menegaskan, pemerintah akan memantau terus pelaksanaan operasi pasar agar berjalan lancar tanpa menimbulkan gejolak di pasar tradisional.

"Semua ini bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional dan memastikan masyarakat bisa membeli beras dengan harga wajar," pungkas Amran.

Baca Juga: Diiming-imingi Rujuk: Pengakuan Korban Terduga Pelaku Pelecehan di SMP Kota Tangerang yang Bikin Merinding!

Pemerintah berharap, kolaborasi antara instansi terkait dan pedagang bisa menciptakan ekosistem perdagangan beras yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Dengan stok beras yang cukup besar, operasi pasar diyakini bisa menjadi alat penting untuk menahan laju inflasi harga pangan hingga akhir tahun.

Amran menutup kunjungannya dengan meninjau langsung beberapa pedagang di Pasar Bulu dan memastikan mereka memahami tujuan operasi pasar ini.

Kehadiran Menteri Pertanian di pasar menjadi sinyal bahwa pemerintah serius menyeimbangkan kepentingan pedagang dan konsumen.

Dengan demikian, meski ada keluhan omzet, operasi pasar beras tetap menjadi instrumen utama stabilisasi harga di tingkat rakyat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.