Banten

IIF Suntik Rp42,5 Triliun untuk Infrastruktur, Dorong Indonesia Emas 2045

Moehamad Dheny Permana | 23 Agustus 2025, 18:52 WIB
IIF Suntik Rp42,5 Triliun untuk Infrastruktur, Dorong Indonesia Emas 2045

Akurat Banten - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mencatat tonggak penting dalam perannya sebagai mitra pembangunan dengan menyalurkan pembiayaan hingga Rp42,5 triliun untuk proyek-proyek infrastruktur strategis di Tanah Air.

Sejak berdiri pada 2010, IIF konsisten hadir sebagai jembatan antara pemerintah dan swasta untuk menjawab tantangan pendanaan di sektor infrastruktur.

Chief Investment Officer IIF, M Ramadhan Harahap atau akrab disapa Idhan, menegaskan bahwa kontribusi tersebut bukan sekadar angka, tetapi menjadi bagian dari perjalanan panjang Indonesia menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Hingga akhir 2024, IIF telah berkontribusi menyalurkan sekitar Rp42,5 triliun pembiayaan untuk lebih dari 150 proyek infrastruktur strategis," ujar Idhan.

Dukungan IIF mencakup sektor transportasi, energi, telekomunikasi, air bersih, hingga layanan kesehatan. Proyek-proyek tersebut dirancang tidak hanya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kualitas hidup masyarakat.

Salah satu capaian besar adalah realisasi proyek energi terbarukan dengan kapasitas terpasang hampir 700 MWh per tahun. Infrastruktur ini mampu menerangi lebih dari 693 ribu rumah tangga sekaligus mencegah emisi gas rumah kaca hingga 4,81 juta ton CO₂ per tahun.

Di sektor air bersih, tujuh proyek air minum telah berhasil menyediakan akses aman bagi lebih dari 6,7 juta jiwa. Sementara di bidang kesehatan, fasilitas medis baru dengan kapasitas lebih dari 1.000 tempat tidur siap melayani ratusan ribu pasien setiap tahunnya.

Baca Juga: Kuasa Hukum Korban Bantah Dalih Fitnah, Pastikan Remedial Murni Persyaratan Akademis

Tak hanya itu, pembangunan jalan tol sepanjang ratusan kilometer juga digarap demi memperkuat konektivitas antarwilayah.

Menurut Idhan, peringatan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2025 menjadi momen penting untuk merefleksikan transformasi besar bangsa dalam bidang infrastruktur.

"Infrastruktur adalah tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan integrasi nasional sejak masa awal kemerdekaan hingga hari ini," tuturnya.

Idhan mengingatkan bahwa perjalanan pembangunan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran setiap era.

Masa awal kemerdekaan ditandai dengan pembangunan jalan, bendungan, dan irigasi untuk menopang kebutuhan pangan. Era Orde Baru kemudian menghadirkan jalan tol pertama, Jagorawi, dan percepatan pembangunan listrik serta jalan nasional.

Memasuki era Reformasi, keterlibatan swasta semakin nyata melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Sepuluh tahun terakhir, infrastruktur bahkan ditetapkan sebagai agenda prioritas nasional dengan capaian yang mengesankan.

Dalam kurun satu dekade, Indonesia telah membangun 2.103 km jalan tol, 40 bendungan, 27 bandara baru, serta proyek strategis lain termasuk kereta api dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Konektivitas wilayah juga diperkuat lewat jalur Trans-Papua, Trans-Kalimantan, dan Trans-Sumatera, yang memutus keterisolasian daerah-daerah terpencil.

Manfaat nyata pembangunan tersebut tercermin dari kontribusi sektor konstruksi yang mencapai 10,43 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan IV 2024.

Selain itu, rasio elektrifikasi nasional menembus 99,83 persen, memastikan hampir seluruh rumah tangga Indonesia menikmati akses listrik.

Tak hanya diukur secara ekonomi, pembangunan infrastruktur juga berdampak pada pencapaian target global.

Baca Juga: Dari Tarif Murah Jadi Puluhan Kali Lipat, KPK Bongkar Praktik Pemerasan di Kemenaker

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bappenas menunjukkan capaian Indonesia terhadap indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) telah menyentuh 62,5 persen, jauh di atas rata-rata global.

IIF menegaskan komitmennya untuk terus berpegang pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap proyek.

"Momentum menuju Indonesia Emas 2045 harus dijaga dengan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif," kata Idhan.

Dengan suntikan Rp42,5 triliun, IIF meneguhkan perannya sebagai motor penting pembangunan infrastruktur Indonesia, sekaligus memastikan bahwa hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.