Banten

Pasar Citayam: Wajah Baru Pusat Ekonomi Perbatasan Bogor-Depok

Moehamad Dheny Permana | 19 Agustus 2025, 13:17 WIB
Pasar Citayam: Wajah Baru Pusat Ekonomi Perbatasan Bogor-Depok

Akurat Banten - Kehadiran Pasar Citayam kini menjadi sorotan karena dinilai sebagai titik baru penggerak ekonomi di wilayah perbatasan Bogor dan Depok, Jawa Barat.

Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Sintha Dec Checawaty, menyebut pembangunan pasar ini sebagai peluang strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan fasilitas perdagangan yang lengkap dan modern.

“Dengan adanya perputaran ekonomi di Citayam, kita berharap warga bisa menikmati akses pasar yang efisien sekaligus membuka peluang usaha baru,” ujar Sintha.

Ia menekankan bahwa Pasar Citayam bukan hanya tempat jual beli biasa, melainkan ekosistem pertumbuhan ekonomi yang dapat mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), membuka lapangan kerja, dan menarik investor lokal maupun regional.

Menurut Sintha, konsep pasar yang tertata rapi dengan fasilitas modern akan membantu pedagang memperluas jaringan distribusi, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

“Ini merupakan langkah penting untuk memperkuat ekonomi rakyat dan menciptakan iklim usaha yang lebih sehat,” imbuhnya.

Peresmian Pasar Citayam dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, yang mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Baca Juga: Investasi Leher ke Atas, Strategi Cerdas untuk Menumbuhkan Kekayaan

Pasar ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Bogor dan Pemkot Depok, serta pengelolaan langsung oleh PD Pasar Tohaga, sehingga diharapkan menjadi proyek percontohan lintas daerah.

Ajat menekankan bahwa keberadaan pasar tidak hanya memfasilitasi pedagang, tetapi juga menjadi simbol sinergi antardaerah yang mampu meningkatkan perputaran ekonomi.

“Semoga pedagang dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk menjalankan usaha dengan lebih tertib dan produktif,” kata Ajat.

Direktur Utama PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan, menjelaskan bahwa Pasar Citayam berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi dengan total luas bangunan 7.700 meter persegi.

Saat ini, pasar menyediakan 730 unit los dan kios, di mana 294 unit sudah ditempati pedagang dan sisanya siap diisi secara bertahap.

Haris mengajak pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan untuk pindah ke dalam pasar agar kegiatan perdagangan lebih aman, nyaman, dan representatif.

“Dengan fasilitas modern ini, Pasar Citayam akan menjadi wajah baru perdagangan yang mampu menghidupkan kawasan dan menarik minat pembeli,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari Anggota DPD RI, Alfiansyah Komeng, yang menilai pasar modern akan mendorong efisiensi perdagangan, meningkatkan kenyamanan masyarakat, dan mendongkrak kesejahteraan pedagang.

Baca Juga: Para Pemimpin Eropa dan Sekjen NATO Terbang ke Washington untuk Bahas Masa Depan Ukraina

Menurut Alfiansyah, keberadaan pasar modern seperti ini juga bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun pusat perdagangan yang terintegrasi dan profesional.

Dengan semua fasilitas dan dukungan lintas daerah, Pasar Citayam diproyeksikan menjadi pusat ekonomi baru yang tidak hanya menggerakkan roda perdagangan lokal, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang positif bagi masyarakat di sekitarnya.

Pasar ini diharapkan menjadi magnet bisnis yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Citayam sebagai kawasan strategis di perbatasan Bogor-Depok.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.