Sri Mulyani Ungkap Misi Prabowo di Balik Anggaran Fantastis Rp7 Triliun untuk Sekolah Rakyat

AKURAT BANTEN - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani mengungkap alokasi anggaran untuk program Sekolah Rakyat pada 2025 mencapai Rp7 triliun.
Dana ini bersumber dari APBN 2025 dan digunakan untuk kebutuhan operasional, mulai dari yang menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial hingga Kementerian Pekerjaan Umum.
Pernyataan itu disampaikan Sri Mulyani saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta bersama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Baca Juga: PPATK Rampungkan Analisis 122 Juta Rekening Dormant, 90 Persen Sudah Aktif Kembali
Sri Mulyani menyebut, anggaran untuk 200 Sekolah Rakyat akan naik pada tahun 2026 mendatang.
"Tahun ini sekitar Rp7 triliun untuk Kemensos maupun Kemen PU tidak semuanya di beliau, guru ada di Kemendikdasmen, ini kolaborasi semua," ujar Sri Mulyani kepada awak media di Pusdiklatbagprof Kemensos, Margaguna, Jakarta Selatan, Sabtu, 9 Agustus 2025.
"Tahun depan meningkat karena operating-nya 1 tahun untuk 200 sekolah yang akan berjalan," imbuhnya.
Sri Mulyani menambahkan, besaran anggaran berbeda di tiap kementerian.
"Ya nanti seluruhnya, kalau anggaran keseluruhan, tapi tidak semuanya di Kemensos makanya kalau Pak Mensos bilang anggarannya sekian, anggaran di PU berbeda," terangnya.
Sri Mulyani menjelaskan, alokasi tersebut diprioritaskan untuk biaya operasional, seperti asrama, listrik, laptop, hingga seragam siswa. Sementara untuk anggaran tahun 2026 akan diumumkan langsung Presiden RI, Prabowo Subianto dalam pembahasan APBN bersama DPR.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Turun, UBS Naik Tipis, Galeri24 Tetap Stabil
"(Alokasi anggaran) akan fokus pada operating biaya operasional karena anak-anak mendapat tempat tinggal, listrik, air, internet, seragam, laptop itu tadi juga ada pemimpin asrama, guru pendamping, kepala sekolah, hingga guru pengajar masuk dalam operating," tuturnya.
Menurut Sri Mulyani, tahun ini operasional 157 sekolah harus sudah siap pada Agustus atau awal September. Tahun depan, jumlah sekolah yang dibiayai akan bertambah menjadi 200.
"Jadi dianggarkan Pak Presiden nanti tanggal 15 disampaikan APBN 2026 yang akan dibahas dengan DPR termasuk sekolah rakyat anggarannya meningkat cukup besar," sebutnya.
Menkeu RI itu kemudian menerangkan, program Sekolah Rakyat adalah gagasan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya agar anak-anak Indonesia, terutama dari keluarga miskin, tidak terjebak dalam siklus kemiskinan antar-generasi.
"Sehingga Presiden meminta para menteri bagaimana anak-anak ini dimasukkan dalam sekolah yang baik, tidak hanya cukup, tapi sangat baik. Di asrama kan dan kemudian diberikan kegiatan fasilitas dan belajar yang memungkinkan mereka punya confidence," tukasnya.***
Baca Juga: Polisi Bekasi Tangkap Pelaku Perekaman ART Tanpa Busana Atas Perintah Kekasihnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 9TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 1013 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan










