Jasad Bayi Membusuk Dua Hari di Kebun Pisang, Polisi Telusuri Dugaan Pembunuhan

Akurat Banten - Penemuan jasad bayi menggemparkan warga Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur pada Rabu, 30 Juli 2025.
Sosok mungil yang telah membusuk itu ditemukan dalam karung yang tergeletak di bawah pohon pisang di sebuah kebun milik warga.
Peristiwa tersebut mencuat setelah seorang warga mencium bau menyengat dari arah kebun yang berada di Jalan Sadar V.
“Awalnya kami kira bangkai binatang,” kata Rudi (43), salah satu warga yang ikut mengevakuasi karung tersebut.
“Tapi karena baunya semakin menyengat dan banyak lalat, akhirnya kami buka, ternyata isinya mayat bayi,” tambahnya.
Video detik-detik penemuan itu kemudian beredar luas di media sosial.
Salah satunya diunggah oleh akun Instagram yang memperlihatkan karung dibuka perlahan oleh warga hingga tampak jasad bayi yang sudah dalam kondisi membusuk.
Dalam video tersebut juga terlihat sejumlah warga tampak terkejut dan histeris saat menyaksikan langsung isi karung itu.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti.
Baca Juga: Misteri Api Pasar Taman Puring: Penyelidikan Masih Berjalan, 552 Kios Ludes Terbakar
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cipayung, Iptu Edi Handoko, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Sudah ada empat saksi yang kami periksa terkait penemuan jasad bayi itu," ujar Edi.
Ia menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mengetahui penyebab kematian.
Dugaan sementara, bayi tersebut dibuang tak lama setelah dilahirkan. Hal ini diperkuat dengan kondisi tali pusar yang masih melekat di tubuh korban.
Namun, jenis kelamin bayi belum bisa dipastikan lantaran posisi tubuhnya ditemukan dalam keadaan tengkurap dan sudah mengalami pembusukan.
Menurut keterangan warga sekitar, karung berisi jasad bayi itu sebenarnya telah berada di lokasi selama dua hari.
Namun, tak ada yang mencurigai karena letaknya yang tersembunyi di bawah rimbunnya pohon pisang.
Baru setelah bau busuk menyeruak dan banyak lalat mengerubungi, warga mulai merasa curiga.
“Awalnya nggak ada yang curiga, karena cuma karung gitu aja. Tapi pas makin bau, kami putuskan buat buka,” kata Nina, warga lainnya.
Baca Juga: Ancaman Tsunami dari Gempa Rusia, BNPB Imbau Warga Kosongkan Kawasan Pantai
Kasus ini menambah daftar panjang temuan bayi yang dibuang secara tragis.
Aktivis perlindungan anak mengutuk keras kejadian ini dan meminta aparat segera mengusut tuntas pelaku yang tega membuang bayi yang tak berdosa itu.
“Ini tindakan yang sangat tidak manusiawi. Kami harap kepolisian bisa mengungkap siapa pelaku dan apa motif di balik pembuangan bayi ini,” ujar Ketua Lembaga Perlindungan Anak Jakarta, Dini Hartanti.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman kasus dan berupaya mencari jejak orang tua dari bayi malang tersebut.
Lokasi penemuan juga telah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 2Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 3Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 4Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 5Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 6Truk Air Bantuan Ditahan di Pintu Tol Janger, Kabid BPBD: Kami Pikirkan Keselamatan Pengendara, tapi Balasannya Begini
- 7KEK ETKI Banten Buka Keran Investasi Ekonomi Kreatif, Gandeng Kemenekraf
- 8Saiful Milah Resmi Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang yang Baru
- 9Roy Suryo dan Dokter Tifa Pede Bebas dari Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasan Kuasa Hukum
- 10Purbaya Dicopot Prabowo, Henri Subiakto Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Rasa Leganya









