Banten

Modus Penipuan Cinta Digital, Tersangka Love Scamming Dibekuk di Jakarta Timur

Moehamad Dheny Permana | 4 Juli 2025, 18:38 WIB
Modus Penipuan Cinta Digital, Tersangka Love Scamming Dibekuk di Jakarta Timur

Akurat Banten - Jakarta kembali digegerkan oleh kasus penipuan daring yang melibatkan empat orang pelaku dengan modus love scamming.

Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan ini yang telah menjebak puluhan korban melalui hubungan palsu dan penawaran kerja fiktif secara daring.

“Keempat pelaku menjalankan perannya masing-masing dalam aksi penipuan ini. Mereka menyasar korban dengan memanfaatkan hubungan emosional dan iming-iming keuntungan finansial,” ujar AKBP Fian Yunus.

Pelaku berinisial ORM (36), seorang perempuan, diketahui sebagai otak logistik dari sindikat ini.

Ia bertanggung jawab atas penyediaan tempat, pembuatan akun Instagram dengan identitas palsu, dan bahkan menyiapkan situs palsu bernama Banggood.

Situs ini menjadi alat untuk mengelabui korban seolah mereka sedang terlibat dalam pekerjaan online yang sah.

Baca Juga: Waspadai Penipuan Online! Ini Pesan Penting dari Polisi Siber Polda Metro Jaya

Pelaku lain, R (29), memainkan peran sebagai customer service fiktif. Melalui live chat, ia membujuk korban agar mengikuti instruksi tertentu dan terus menyetor dana.

“R ini yang meyakinkan korban kalau mereka sedang bekerja dan akan mendapatkan komisi besar,” jelas Fian.

Selanjutnya, tersangka APD (24) turut aktif menjaring korban dengan membuat akun media sosial palsu dan menyebar ajakan kerja sampingan.

Ia beroperasi di platform seperti Instagram dan Facebook untuk menjerat calon korban secara halus.

Sementara itu, satu tersangka lainnya berinisial A (29) yang bertugas membuat situs web penipuan masih berstatus buron.

Polisi menyebut A sebagai dalang teknis yang menciptakan situs dengan tampilan profesional guna meyakinkan para korban.

Ketiga tersangka yang ditangkap diketahui sebelumnya pernah bekerja di Kamboja dengan modus yang serupa.

Setelah merasa cukup berpengalaman, mereka memutuskan membentuk jaringan sendiri di Indonesia.

Baca Juga: Tawuran Brutal Kembali Terjadi di Jakarta Timur, Satu Nyawa Melayang dan Pelaku Ternyata Residivis

“Motif mereka murni ekonomi, mereka tahu caranya dan melihat celah,” tambah Fian.

Polisi juga menyita berbagai barang bukti, antara lain 14 ponsel, empat laptop, tujuh kartu ATM, serta beberapa token perbankan.

Sejauh ini, setidaknya ada 21 korban yang telah teridentifikasi. Namun, pihak berwajib masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap lebih banyak korban.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mudah percaya pada kenalan baru di media sosial yang menawarkan kerja mudah dengan keuntungan tinggi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.