Banten

TERBARU! Sekolah Rakyat Dibuka Juli 2025: GRATIS Biaya Dan Asrama, Ini Syarat dan Cara Daftar Serta Surat Pernyataan Orang Tua, Unduh Disini

Saeful Anwar | 28 Juni 2025, 08:00 WIB
TERBARU! Sekolah Rakyat Dibuka Juli 2025: GRATIS Biaya Dan Asrama, Ini Syarat dan Cara Daftar Serta Surat Pernyataan Orang Tua, Unduh Disini

AKURAT BANTEN – Sebuah terobosan besar dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia akan segera terealisasi. Pemerintah direncanakan bakal membuka perdana Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025/2026 mendatang. Sekolah Rakyat Dibuka Juli 2025, merupakan gratis baik biaya Sekolah maupun Asrama. 

Program ambisius ini diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Dikutip dari Antara, Kamis (26/6/2025), Sekolah Rakyat ini diklaim sebagai upaya strategis untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di seluruh Indonesia.

Program Sekolah Rakyat ini akan menyediakan pendidikan gratis untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Baca Juga: REVOLUSI PENDIDIKAN DIMULAI! 10.440 Sekolah di Seluruh Indonesia Siap Direvitalisasi Juli 2025: Mendikdasmen Bongkar Angka, Bisa Melonjak Drastis!

Dari total 200 unit yang akan dibangun, ada 53 Sekolah Rakyat yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2025, bertepatan dengan awal tahun ajaran 2025/2026.

Tak hanya gratis biaya pendidikan, para siswa juga akan mendapatkan fasilitas lengkap yang menunjang proses belajar mereka, termasuk akomodasi, konsumsi, kebutuhan dasar siswa, hingga pembinaan karakter berbasis asrama.

Kurikulum pembelajarannya dirancang secara personal dan fleksibel, dengan pendekatan individual dan sistem multi entry multi exit yang inovatif.

Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berharap dapat mencetak generasi baru dari keluarga miskin yang unggul tidak hanya secara intelektual, tetapi juga spiritual, dan memiliki karakter yang kuat.

Baca Juga: EKSKLUSIF! 28 Sekolah Kedinasan Ini Tak Butuh Nilai UTBK SNBT 2025, Kuliah Gratis dan Jaminan CPNS Menanti!

Syarat Wajib Daftar Sekolah Rakyat: Prioritas untuk Keluarga Miskin Ekstrem

Penting untuk diingat, program Sekolah Rakyat ini secara khusus diperuntukkan bagi siswa dari keluarga tidak mampu.

Berikut adalah kriteria calon siswa yang bisa mendaftar:

Prioritas Utama: Keluarga dalam kategori miskin ekstrem akan mendapatkan prioritas utama.

  • Desil 1 & 2: Masuk dalam Desil 1 (10% keluarga termiskin) atau Desil 2 (11–20% keluarga termiskin) menurut Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
  • Perluasan Akses: Jika kuota belum terpenuhi, pendaftaran dapat diperluas ke keluarga dari Desil 3 sebagai upaya memperluas akses pendidikan.
  • Komitmen Orang Tua: Orang tua/wali wajib menandatangani surat pernyataan bahwa anak akan menyelesaikan pendidikan dan tidak putus sekolah selama mengikuti program Sekolah Rakyat.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat diimbau menghubungi pendamping Kemensos di wilayah masing-masing atau memantau pengumuman resmi dari Kementerian Sosial.

Baca Juga: Terobosan Pendidikan: Sekolah Swasta SD-SMP Bakal Gratis, Angin Segar atau Anggaran Seret?

Cara Daftar Sekolah Rakyat: Hanya Lewat Formulir Online!

Proses pendaftaran Sekolah Rakyat akan dilakukan secara daring melalui formulir online. Berikut langkah-langkah mudahnya:

1. Isi Formulir Online: Kunjungi dan isi formulir pendaftaran online melalui tautan formulir pendaftaran Sekolah Rakyat 2025.

2, Lengkapi Data: Isi data dengan benar dan bertanggung jawab, mencakup:

  • Peran pendaftar (orang tua atau pendamping Kemensos).
  • Nama lengkap pendaftar dan calon siswa.
  • Nomor ponsel aktif.
  • Titik lokasi Sekolah Rakyat yang dituju.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Ini 2 Sekolah Kedinasan 2025 Tanpa Syarat Tinggi Badan, Lulus Langsung Jadi CPNS!

Informasi tambahan sesuai formulir.

3. Unggah Surat Pernyataan: Unggah surat pernyataan orang tua yang wajib diisi. Surat ini dapat diunduh melalui tautan: https://docs.google.com/document/d/1WYUHmSBYv3-ESKM6d3qximSkI8IRNUQF/edit?pli=1&tab=t.0

>>>>>> UNDUH SURAT PERNYATAAN ORANG TUA, KLIK DISINI <<<<<<

4. Ikuti Instruksi Lanjutan: Siswa akan mengikuti instruksi lanjutan yang dijadwalkan oleh panitia setelah pendaftaran.

>>>>>>> PENDAFTARAN SISWA, KLIK DISINI <<<<<<

Baca Juga: PNS Kalah? Segini Gaji Guru Sekolah Rakyat yang Berstatus PPPK Kemensos Kerja Cuma 5 Tahun

Proses Seleksi Bertahap: Memastikan Penerima Manfaat Tepat Sasaran

Calon siswa akan mengikuti proses seleksi yang dilakukan secara bertahap untuk memastikan penerima manfaat benar-benar layak dan siap mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Tahapan seleksi ini meliputi:

1. Verifikasi Ekonomi:

  • Pemeriksaan latar belakang ekonomi calon siswa berdasarkan data DTSEN.
  • Verifikasi dilakukan oleh panitia untuk memastikan calon berasal dari keluarga miskin sesuai kriteria, agar bantuan pendidikan tidak salah sasaran.

2. Tes Akademik:

  • Calon siswa yang lolos verifikasi ekonomi akan mengikuti tes akademik.
  • Tes ini bertujuan mengukur kemampuan belajar dan kesiapan akademis siswa. Hasilnya menjadi salah satu komponen penilaian dalam seleksi.

Baca Juga: Coba Klik Link Ini untuk Hitung Jarak Sekolah ke Rumah untuk SPMB Jabar, Gampang Banget!

3. Seleksi Tambahan:

  • Psikotes: Menilai kondisi psikologis dan potensi kognitif calon siswa.
  • Pemeriksaan Kesehatan: Meliputi penilaian status gizi dan pemantauan pertumbuhan fisik.
  • Pengukuran IQ dan Kompetensi: Pemerintah menggandeng lembaga profesional untuk menilai IQ dan kemampuan dasar peserta.

Hasil ini membantu memetakan potensi siswa dan kebutuhan pembelajaran mereka secara individual.

Dengan program Sekolah Rakyat ini, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam memerangi kemiskinan melalui jalur pendidikan. Jangan lewatkan kesempatan emas ini bagi anak-anak Indonesia yang membutuhkan (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman