Banten

PNS Kalah? Segini Gaji Guru Sekolah Rakyat yang Berstatus PPPK Kemensos Kerja Cuma 5 Tahun

Andi Syafriadi | 13 Juni 2025, 06:48 WIB
PNS Kalah? Segini Gaji Guru Sekolah Rakyat yang Berstatus PPPK Kemensos Kerja Cuma 5 Tahun

AKURAT BANTEN - Di tengah perbincangan seputar nasib Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), perhatian publik belakangan ini tertuju pada guru Sekolah Rakyat yang diangkat oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Menariknya, guru-guru ini bukan PNS, melainkan PPPK yang masa kerjanya dibatasi hanya 5 tahun.

Baca Juga: Kabar Gembira! Honorer R2 dan R3 Langsung Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu, Seleksi CASN Terlewati!

Meski demikian, besaran gaji dan tunjangan yang diterima membuat banyak orang tercengang. Tak sedikit yang mengatakan, "PNS kalah!"

Guru Sekolah Rakyat di bawah naungan Kemensos ditugaskan untuk mengajar anak-anak marjinal, seperti anak jalanan, penghuni rumah singgah, hingga anak-anak dari keluarga miskin yang sulit mengakses pendidikan formal.

Meski tugasnya berat dan lingkungan kerjanya penuh tantangan, penghargaan finansial yang mereka terima cukup menjanjikan.

Berdasarkan data dari Kementerian Sosial RI, gaji pokok guru PPPK setara dengan gaji PNS golongan III, yakni berkisar antara Rp3,000,000 hingga Rp4,500,000 tergantung jenjang pendidikan dan masa kerja.

Namun yang membuat penghasilan mereka terlihat "wah" adalah berbagai tunjangan tambahan yang mereka terima.

Guru PPPK Kemensos berhak mendapatkan tunjangan kinerja (tukin), tunjangan kemahalan daerah (jika ditempatkan di wilayah tertentu), dan tunjangan fungsional.

Jika dijumlahkan, total pendapatan mereka bisa mencapai Rp6 juta hingga Rp8 juta per bulan.

Bahkan, dalam beberapa kasus tertentu, penghasilan guru Sekolah Rakyat PPPK yang ditempatkan di daerah terpencil bisa menembus angka Rp10 juta per bulan.

Baca Juga: KEJUTAN ! AWAL MEI: Pelantikan Massal CPNS dan PPPK 2024 Akan Segera Digelar!

Namun, yang menjadi sorotan adalah masa kerja mereka yang terbatas.

Guru PPPK ini hanya dikontrak selama 5 tahun tanpa jaminan perpanjangan, berbeda dengan PNS yang bisa mengabdi hingga pensiun.

Kondisi ini menimbulkan dilema: meski penghasilan besar, namun masa depan belum tentu terjamin.

Banyak netizen membandingkan antara PNS dan PPPK dalam hal kestabilan karier dan gaji.

“PNS gaji kecil tapi aman sampai pensiun. PPPK gaji gede, tapi 5 tahun selesai,” tulis salah satu komentar di media sosial.

Baca Juga: CPNS dan PPPK akan Segera Dapat NIP dan Percepatan Pengangkatan CASN 2024, Simak Penjelasan BKN

Meski begitu, Kemensos menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk mempercepat pemerataan pendidikan dan tidak dimaksudkan sebagai jalur karier jangka panjang.

Kemensos juga menjelaskan bahwa para guru ini menjalani seleksi ketat, termasuk tes kompetensi dan wawancara, serta harus memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Mereka adalah garda depan dalam pendidikan inklusif, terutama bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan nasional.

Dengan penghasilan yang kompetitif dan tanggung jawab sosial yang tinggi, profesi guru Sekolah Rakyat PPPK ini menjadi sorotan baru.

Meski hanya 5 tahun masa kerjanya, kontribusi mereka pada masyarakat sangat signifikan.

Pada akhirnya, pertanyaan "PNS kalah?" bukan sekadar soal gaji, tapi juga soal dedikasi dan dampak sosial.

Dan dalam hal itu, guru PPPK Kemensos patut diapresiasi.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.