Banten

Koperasi Merah Putih Rampung Dibentuk di Seluruh Wilayah, Papua Masih Hadapi Tantangan

Irsyad Mohammad | 16 Juni 2025, 21:46 WIB
Koperasi Merah Putih Rampung Dibentuk di Seluruh Wilayah, Papua Masih Hadapi Tantangan

AKURAT BANTEN - Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memastikan bahwa program pembentukan Koperasi Merah Putih telah mencapai kemajuan signifikan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Satu-satunya provinsi yang masih dalam proses adalah Papua.

Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto, mengatakan bahwa hingga pertengahan Juni 2025, seluruh desa di luar Papua telah menyelesaikan tahapan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), sebagai dasar legalitas pembentukan koperasi tersebut.

"Prosesnya sudah sampai ke tahap akta notaris. InsyaAllah, akhir Juni nanti, badan hukum koperasi dari Kementerian Hukum dan HAM sudah bisa keluar," kata Yandri usai menghadiri Apel Pemuda Pelopor di Kabupaten Tangerang, Senin (16/6/2025).

Yandri menjelaskan bahwa keterlambatan di Papua bukan karena kurangnya niat, melainkan karena tantangan geografis dan keterbatasan akses antarwilayah yang masih menjadi kendala utama. 

Baca Juga: Polemik 4 Pulau Aceh–Sumut Memanas, Kemendagri Temukan Data Baru Jelang Keputusan Presiden, Apa Saja Itu?

Selain itu, sebaran penduduk serta kurangnya sumber daya manusia terlatih juga turut memengaruhi kecepatan proses.

"Saya baru dari Papua. Di sana, kita menghadapi realitas yang berbeda, baik dari segi jarak maupun kemampuan SDM," ungkapnya.

Meski demikian, pemerintah tetap optimistis seluruh wilayah, termasuk Papua, bisa menyelesaikan proses pendirian koperasi sebelum 12 Juli 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional.

Sebagai bentuk dukungan khusus, Yandri menyebut telah dilakukan koordinasi intensif dengan para kepala daerah di Papua, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota. 

Baca Juga: Pemkot Tangerang Gelar Pelatihan Pengelola Pasar Menuju Pasar Bersih dan Sehat

Mereka ditugaskan sebagai ketua satuan tugas di masing-masing wilayah untuk memastikan percepatan dan pendampingan.

"Kami dorong agar Papua tidak tertinggal. Setiap hari kami berkomunikasi dengan semua pihak terkait agar proses ini berjalan lancar," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.