Banten

Pemkot Tangerang Gelar Pelatihan Pengelola Pasar Menuju Pasar Bersih dan Sehat

Irsyad Mohammad | 16 Juni 2025, 18:07 WIB
Pemkot Tangerang Gelar Pelatihan Pengelola Pasar Menuju Pasar Bersih dan Sehat

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) menggelar sosialisasi dan pelatihan bagi pengelola pasar dengan tema 'Pengelola Pasar Menuju Pasar Bersih dan Sehat'. Senin (16/6/2025), di Aula Gedung Cisadane.

Pelatihan ini diikuti oleh 40 pengelola pasar dari pasar tradisional dan modern di Kota Tangerang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelola dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM, Shandy Sulaeman, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam memperbaiki kualitas fasilitas publik, khususnya pasar, pascarevitalisasi Pasar Anyar yang kini telah mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Setelah sosialisasi ini, kami akan dorong seluruh pasar untuk mengarah pada standar SNI. Melalui pelatihan ini, pengelola mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana mewujudkan pasar bersih dan sehat," kata Shandy.

Baca Juga: Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Memakan Korban, Bocah Tewas Tertabrak KA Sembrani di Demak

Pengelola Pasar Plaza Baru Ciledug, Try Sutrisno, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini dan siap menindaklanjuti dengan menyosialisasikan materi pelatihan kepada para pedagang.

“Sosialisasi ini sangat bagus. Kami akan teruskan ke para pedagang agar diterapkan langsung di pasar,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Ibnu Adam dari Direktorat Sarana Perdagangan dan Logistik Kementerian Perdagangan RI hadir sebagai narasumber. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah pasar sebagai komponen utama dalam menciptakan pasar yang higienis.

"Kunci dari pasar bersih dan sehat adalah pengelolaan sampah. Pedagang dan pengunjung harus terlibat aktif. Selain itu, sampah pasar juga bisa dimanfaatkan secara ekonomi sebelum dibuang," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.