Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Memakan Korban, Bocah Tewas Tertabrak KA Sembrani di Demak

AKURAT BANTEN - Insiden memilukan terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu siang, ketika seorang anak pengendara sepeda meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Sembrani yang melaju dari arah Surabaya menuju Jakarta.
Peristiwa ini terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu yang berada di antara Stasiun Tegowanu dan Stasiun Brumbung, sebuah titik rawan yang kerap luput dari perhatian pengguna jalan.
Baca Juga: Dewa United Siap Tempur di Piala Presiden 2025, Pemanasan Serius Jelang Tampil di Asia
Kecelakaan tersebut menimpa tiga anak sekolah yang sedang melintas menggunakan sepeda di perlintasan tersebut. Saat mereka mencoba menyeberang, KA Sembrani datang dari arah timur dalam kecepatan tinggi.
"Masinis sudah berulang kali membunyikan klakson sebagai peringatan, tapi karena jaraknya sudah terlalu dekat, tabrakan tak bisa dihindari," jelas Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.
Baca Juga: Tragis! Mobil Alphard Dinas Wabup Mamuju Tabrak Lansia hingga Tewas, Pelat Palsu Jadi Sorotan
Dari tiga anak tersebut, satu di antaranya tewas seketika di lokasi kejadian. Satu lainnya mengalami luka cukup serius dan langsung dilarikan ke RS Pelita Anugerah di Mranggen.
Sementara satu korban selamat dengan luka ringan dan sudah mendapatkan penanganan. Kejadian ini sontak mengundang duka mendalam bagi warga sekitar dan keluarga korban.
Baca Juga: Serangan Israel Picu Ketegangan, Negosiasi Nuklir Iran Terancam Batal
Franoto mengatakan bahwa pihak KAI langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menangani kejadian tersebut. Proses evakuasi berlangsung cepat dan jalur kereta dapat kembali normal dalam waktu singkat.
"Perjalanan KA Sembrani hanya mengalami keterlambatan sekitar lima menit dan sudah melanjutkan perjalanan," imbuhnya.
Baca Juga: Komisi V DPRD Banten Kritik Dindikbud: Sosialisasi Juknis SPMB Terlambat, Buka Celah Jual Beli Kursi
Pihak PT KAI kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan para pengguna jalan saat melintasi perlintasan sebidang, terlebih yang tidak dilengkapi palang pintu.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru saat melintasi rel. Lihat kanan kiri dulu, pastikan jalur benar-benar aman sebelum melintas. Keselamatan adalah yang utama," kata Franoto.
Baca Juga: Makin Memanas Perang Israel VS Iran, Hossein Salami Siapkan Ratusan Rudal Demi Menangkan Perang
Perlintasan sebidang tanpa palang memang masih menjadi PR besar di banyak daerah. Tanpa pengawasan langsung maupun sistem pengaman otomatis, titik-titik ini kerap memakan korban jiwa.
Warga pun berharap ada tindakan serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk memperbaiki sistem keselamatan di perlintasan-perlintasan rawan, sebelum jatuh korban berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa










