Banten

Mengenal Tradisi Qunutan, Makan Ketupat di Pertengahan Ramadhan

Saeful Anwar | 24 Maret 2024, 06:44 WIB
Mengenal Tradisi Qunutan, Makan Ketupat di Pertengahan Ramadhan

AKURAT BANTEN – Makan ketupat sudah menjadi tradisi yang tidak bisa dilewatkan oleh masyarakat Indonesia. Biasanya ketupat tersaji pada saat hari Raya Idul Fitri, namun pada pertengahan bulan Ramadhan juga sudah menjadi tradisi masyarakat.

Tradisi tersebut dikenal dengan istilah qunutan atau kupatan. Ketupat-ketupat yang sudah matang dibawa ke masjid menjelang magrib.

Lalu setelah warga menunaikan buka puasa di rumah masing-masing dan kembali ke masjid untuk shalat magrib berjamaah disertai tahlilan usai shalat.

Baru lah ketupat-ketupat tersebut dibagikan kepada jemaah secara acak agar mereka dapat saling mencicipi masakan buatan tetangganya masing-masing.

Dilansir dari laman Republika.co.id, qunutan adalah tradisi lama yang masih diwariskan hingga saat ini. Tidak ada yang tahu pasti kapan dimulainya.

Ada yang menyebutkan tradisi itu telah berlangsung sejak zaman Kesultanan Demak ketika memperluas pengaruhnya ke daerah barat pada 1524.

Sultan Cirebon, Sunan Gunung Jati, yang dibantu pasukan Demak menduduki pelabuhan Banten dan mendirikan Kesultanan Banten.

Kemudian dengan maksud untuk meraih berkah pada bulan suci Ramadan, ketupat pun dibagi-bagikan.

Tradisi qunutan juga sebagai bentuk rasa syukur umat Islam karena berhasil menjalani separuh Ramadhan. Qunutan masih berlangsung hampir di seluruh wilayah Pulau Jawa.

Selain itu, qunutan juga menjadi momentum saling berbagi makanan dan berkumpul bersama di masjid atau mushola pada malam harinya.

Ketika shalat tarawih, ulama fiqh juga menganjurkan untuk membaca doa qunut yang diyakini untuk menolak bala (musibah).

Sebab, 15 hari terakhir bulan Ramadhan akan banyak sekali godaan yang dialami oleh umat Islam dalam berpuasa.

Sehingga, diharapkan umat Islam tetap kuat dalam beribadah puasa meskipun berat dan banyak godaan.

Qunutan juga menandakan masuknya malam Lailatul Qadar atau malam penting bagi umat Islam di bulan Ramadhan.

Tak hanya itu, qunutan merupakan pengingat perpindahan bacaan surat dari Surah At-Takasur ke Surah Al-Qadr, pada shalat tarawih.

Surat Al-Qadr menjadi bacaan pertama dan At-Takasur menjadi bacaan kedua. Setelah qunutan pun, umat Islam sudah dibolehkan menunaikan zakat fitrah.

Keistimewaan qunutan tradisi menggunakan ketupat dianggap tidak cepat basi, karena ada kreativitas yang dibangun, termasuk juga rasa yang berbeda jika menggunakan bahan lain.

Dengan hadirnya tradisi qunutan, para orang tua juga mengajarkan kreativitas pada anak-anaknya. Kreativitas dalam membuat kerangka ketupat.

Demikian para ulama terdahulu, mengadakan malam qunutan sebagai pertanda setengah bulan menjalani ibadah puasa. Kalau di tempat tinggal sobat bagaimana ? Apakah mengadakan malam qunutan ? (**)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.