Cara Membayar Zakat Fitrah dengan Benar: Niat, Waktu, dan Jumlahnya

AKURAT BANTEN - Zakat fitrah adalah kewajiban yang harus ditunaikan setiap Muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. Ibadah ini memiliki makna penting karena menjadi penyempurna ibadah puasa sekaligus bentuk kepedulian kepada sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan.
Dengan menunaikan zakat fitrah, umat Islam diharapkan dapat menyucikan diri setelah menjalani Ramadan dan membantu orang lain agar dapat merasakan kebahagiaan di hari kemenangan.
Di Indonesia, zakat fitrah biasanya dibayarkan melalui lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional atau disalurkan langsung kepada orang yang berhak menerima zakat (mustahik).
Baca Juga: Perusahaan Jangan Sampai Terlambat, Cek Jadwal Pencairan THR 2026 untuk Karyawan Swasta
Pembayaran zakat fitrah dapat dilakukan dalam bentuk bahan makanan pokok seperti beras atau dalam bentuk uang yang nilainya setara dengan makanan pokok tersebut.
Niat Zakat Fitrah
Niat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan zakat fitrah karena menjadi penanda kesungguhan seseorang dalam beribadah. Niat zakat fitrah biasanya diucapkan saat menyerahkan zakat atau ketika menyiapkan zakat untuk dibagikan.
Berikut contoh niat zakat fitrah untuk diri sendiri:
Arab:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri ‘an nafsi fardhan lillaahi ta‘aalaa
Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala.”
Baca Juga: Dunia Tegang Setelah Khamenei Tewas, AS Iran di Ambang Perang Besar, Trump Buka Suara
Selain untuk diri sendiri, zakat fitrah juga bisa diniatkan untuk anggota keluarga yang menjadi tanggungan, seperti pasangan dan anak-anak.
Waktu Pembayaran Zakat Fitrah
Zakat fitrah memiliki waktu pembayaran yang telah ditentukan. Secara umum, zakat fitrah sudah boleh dibayarkan sejak awal Ramadan dan harus ditunaikan paling lambat sebelum salat Idulfitri dilaksanakan.
Baca Juga: Siapa Pewaris Tahta Ali Khamenei? Iran Bergejolak, Dunia Sorot Perebutan Kursi Pemimpin Tertinggi
Waktu pembayaran zakat fitrah biasanya dibagi menjadi beberapa bagian:
Waktu diperbolehkan: sejak awal bulan Ramadan.
Waktu utama: menjelang Idulfitri sebelum salat Id dilaksanakan.
Batas akhir: sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
Jika zakat fitrah dibayarkan setelah salat Idulfitri, maka hukumnya tidak lagi dianggap sebagai zakat fitrah, melainkan sebagai sedekah biasa.
Besaran Zakat Fitrah
Besaran zakat fitrah ditentukan berdasarkan makanan pokok yang biasa dikonsumsi. Di Indonesia, ukuran yang umum digunakan adalah beras.
Standar zakat fitrah setara dengan satu sha’ atau sekitar 2,5 kilogram beras atau kurang lebih 3,5 liter per orang.
Nilai zakat fitrah dalam bentuk uang biasanya disesuaikan dengan harga beras di masing-masing daerah. Oleh karena itu, jumlah yang harus dibayarkan bisa berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Sebagai gambaran, beberapa lembaga zakat di Indonesia menetapkan kisaran zakat fitrah setara sekitar harga 2,5 kilogram beras per orang. Besaran ini dapat berubah mengikuti harga bahan pokok yang berlaku di daerah setempat.
Zakat fitrah bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang mempererat hubungan antarsesama. Dengan menunaikan zakat fitrah tepat waktu dan sesuai ketentuan, umat Islam dapat menyempurnakan ibadah puasanya sekaligus membantu mereka yang membutuhkan menjelang Idulfitri.
Memahami niat, waktu pembayaran, dan besaran zakat fitrah menjadi langkah penting agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan. Karena itu, sebaiknya zakat fitrah dipersiapkan sejak awal Ramadan agar dapat ditunaikan tepat waktu.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





