Tragis! Mobil Alphard Dinas Wabup Mamuju Tabrak Lansia hingga Tewas, Pelat Palsu Jadi Sorotan

AKURAT BANTEN - Kecelakaan maut di jalur Trans Sulawesi, Desa Sabang Subik, Kecamatan Balanipa, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar. Seorang lansia bernama Muhammad Ali, berusia 69 tahun, meregang nyawa setelah motor yang dikendarainya ditabrak mobil mewah Toyota Alphard dari belakang.
Tragedi ini kian pelik karena mobil tersebut ternyata adalah kendaraan dinas Wakil Bupati Mamuju, Yuki Permana, yang diduga menggunakan pelat nomor palsu. Insiden ini tak hanya merenggut nyawa, tapi juga memicu sorotan tajam terhadap pengelolaan aset pemerintahan.
Baca Juga: Serangan Israel Picu Ketegangan, Negosiasi Nuklir Iran Terancam Batal
Kejadian berlangsung pada Jumat malam, saat Muhammad Ali mengendarai Honda Beat dari arah Mamuju menuju Polewali. Tiba-tiba, Alphard yang melaju kencang dari arah yang sama menghantam motornya. Benturan keras membuat korban terpental jauh dan meninggal seketika di lokasi.
Warga setempat yang menyaksikan kejadian segera membawa korban ke puskesmas terdekat, namun nyawanya tak tertolong.
“Saya dengar suara benturan keras, pas lihat, orangnya sudah tergeletak di aspal,” ujar salah seorang saksi mata, yang enggan disebutkan namanya.
Baca Juga: Komisi V DPRD Banten Kritik Dindikbud: Sosialisasi Juknis SPMB Terlambat, Buka Celah Jual Beli Kursi
Mobil Alphard tersebut menggunakan pelat nomor DD 342 QR, yang merujuk pada wilayah Sulawesi Selatan. Padahal, sebagai kendaraan dinas pemerintah Sulawesi Barat, seharusnya mobil ini memakai pelat merah dengan nomor registrasi DC 2 A.
Petugas Satlantas Polres Polewali Mandar yang memeriksa kendaraan menemukan fakta mencengangkan: pelat nomor tersebut tidak terdaftar di sistem Samsat.
“Kami masih dalami soal pelat ini, apakah benar-benar palsu atau ada kesalahan administrasi,” ungkap Ipda Sopian Hadi, Kanit Laka Polres Polman, saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/6). Sopir mobil, Andi Ilham, kini telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kasus ini mengundang perhatian publik karena melibatkan kendaraan dinas pejabat tinggi daerah. Banyak yang mempertanyakan bagaimana mobil resmi pemerintah bisa menggunakan pelat nomor yang tidak sesuai aturan.
Apalagi, penggunaan pelat palsu bukan hanya pelanggaran administrasi, tapi juga bisa menyeret pelaku pada konsekuensi hukum yang serius.
“Kalau memang pelatnya palsu, ini kan memalukan. Mobil dinas kok begini,” keluh Hasan, warga Polewali yang mengikuti perkembangan kasus ini.
Keluarga korban juga mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus ini agar keadilan ditegakkan.
Baca Juga: Kabar Duka! Pesawat Air India yang Bawa 242 Penumpang Jatuh di Ahmedabad, 204 Orang Dinyatakan Tewas
Pihak kepolisian kini tengah memeriksa barang bukti, termasuk mobil Alphard yang telah diamankan. Selain dugaan pelat palsu, polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian dari sopir, seperti kecepatan berlebih atau kurangnya kehati-hatian saat berkendara.
“Kami akan lakukan rekonstruksi kejadian dan periksa semua aspek, termasuk kondisi jalan dan kendaraan,” tambah Sopian.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Wakil Bupati Mamuju terkait insiden ini, yang makin memicu spekulasi di tengah masyarakat.
Baca Juga: Brand Kamu Gak Relevan Lagi? Ini Cara Rebranding Digital Marketing Tanpa Bakar Uang
Tragedi ini menjadi pengingat betapa pentingnya pengelolaan aset pemerintah yang transparan dan akuntabel. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi terkait status kendaraan dinas tersebut untuk meredam keresahan.
Di sisi lain, keluarga Muhammad Ali hanya ingin keadilan bagi almarhum, yang hidupnya terhenti begitu tragis di ujung aspal. Kasus ini masih terus bergulir, dan publik menanti hasil penyelidikan polisi untuk mengungkap tabir di balik pelat palsu dan kematian yang tak seharusnya terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 2Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 3Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 4Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 5Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 6Truk Air Bantuan Ditahan di Pintu Tol Janger, Kabid BPBD: Kami Pikirkan Keselamatan Pengendara, tapi Balasannya Begini
- 7KEK ETKI Banten Buka Keran Investasi Ekonomi Kreatif, Gandeng Kemenekraf
- 8Saiful Milah Resmi Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang yang Baru
- 9Roy Suryo dan Dokter Tifa Pede Bebas dari Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasan Kuasa Hukum
- 10Purbaya Dicopot Prabowo, Henri Subiakto Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Rasa Leganya









