Banten

Jamaah Haji Indonesia Selamat dari Sepsis Berkat Teknologi Canggih Arab Saudi

Moehamad Dheny Permana | 1 Juni 2025, 13:53 WIB
Jamaah Haji Indonesia Selamat dari Sepsis Berkat Teknologi Canggih Arab Saudi

Akurat Banten - Seorang jamaah haji asal Indonesia mengalami kondisi kritis di Makkah, namun berhasil diselamatkan berkat respons cepat dari sistem layanan gawat darurat Arab Saudi.

Insiden ini dilaporkan oleh kantor berita Saudi Press Agency (SPA) pada Minggu, 1 Juni 2025 dan menunjukkan bagaimana kemajuan teknologi medis serta koordinasi antar fasilitas kesehatan di Arab Saudi mampu menyelamatkan nyawa di tengah pelaksanaan ibadah haji.

Jamaah tersebut awalnya dirujuk ke King Abdullah Medical City di Makkah menggunakan platform Ehalati (Rujukanku), sistem digital yang menghubungkan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Kerajaan Arab Saudi.

Dengan sistem ini, pasien dapat segera dialihkan ke rumah sakit rujukan yang memiliki fasilitas dan tenaga medis terbaik.

Baca Juga: Stop Buang Uang! Ini Cara Pakai Iklan Meta dan Google Ads yang Benar

Setibanya di rumah sakit, pasien langsung dilarikan ke unit perawatan kritis karena didiagnosis mengalami sepsis, infeksi parah yang menyebar ke seluruh tubuh.

Menurut keterangan otoritas kesehatan setempat, sepsis tersebut disebabkan oleh sumbatan akut pada saluran empedu.

Pemeriksaan lebih lanjut menemukan bahwa sumbatan itu disebabkan oleh tumor pankreas yang telah menyebar ke lambung dan usus halus, menambah kompleksitas kasus yang dihadapi.

Penanganan cepat dilakukan oleh tim dokter spesialis yang dipimpin oleh Dr. Mohammed Saeed Khan.

Mereka menggunakan teknologi endoskopi mutakhir bernama SpyGlass, yang memungkinkan visualisasi saluran empedu secara detail dari dalam tubuh pasien.

Baca Juga: Laris di Semua Platform! Strategi Omnichannel 2025 yang Wajib Dicoba

Dengan panduan teknologi ini, tim medis melakukan tindakan untuk melebarkan saluran empedu yang tersumbat menggunakan balon CRE (Controlled Radial Expansion).

Langkah selanjutnya adalah pemasangan stent logam yang dapat mengembang sendiri (self-expandable metal stent), yang dipandu dengan sistem radiologi.

Prosedur ini berhasil membuka saluran empedu yang tersumbat, memungkinkan aliran empedu kembali normal, dan mengatasi infeksi akut yang membahayakan nyawa pasien.

Keberhasilan penyelamatan ini tidak lepas dari penerapan teknologi medis modern di pusat-pusat kesehatan yang tersebar di Makkah dan tempat-tempat suci lainnya.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Ini 2 Sekolah Kedinasan 2025 Tanpa Syarat Tinggi Badan, Lulus Langsung Jadi CPNS!

Inovasi digital seperti Ehalati dan pemanfaatan alat endoskopi canggih menjadi bagian dari upaya besar Arab Saudi dalam menyediakan layanan kesehatan terbaik selama musim haji.

Langkah ini juga merupakan bagian dari komitmen Arab Saudi dalam Visi Saudi 2030, yang menekankan transformasi layanan publik, termasuk sektor kesehatan, untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu Allah.

Dengan kesiapan fasilitas medis dan sistem rujukan terpadu, para jamaah haji, termasuk dari Indonesia, dapat menjalankan ibadahnya dengan aman, nyaman, dan penuh ketenangan.

Kisah penyelamatan jamaah ini bukan hanya tentang keberhasilan medis, tetapi juga menggambarkan kemajuan sistem layanan kesehatan Arab Saudi dan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keselamatan jutaan jamaah dari berbagai negara.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.