Gunung Semeru Terus Erupsi hingga 4 Kali dalam Sehari, Warga Diminta Menjauh

AKURAT BANTEN - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang kembali meningkat. Sejak Jumat dini hari (30/5), gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat sudah meletus sebanyak empat kali, menyemburkan abu vulkanik setinggi ratusan meter ke udara.
Menurut laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 00.22 WIB, dan terakhir terekam pukul 06.35 WIB. Pada erupsi pukul 05.31 WIB, kolom abu terpantau membumbung hingga 900 meter di atas puncak, berwarna putih keabu-abuan dan mengarah ke utara.
Baca Juga: KPK Selidiki Dugaan Gratifikasi di Kementerian PU, Minta Uang Buat Biaya Nikah Anak
“Terjadi erupsi Gunung Semeru dengan kolom abu teramati kurang lebih 900 meter. Warnanya putih hingga kelabu, intensitasnya sedang, mengarah ke utara,” kata Liswanto, petugas dari Pos PGA Semeru.
Dua letusan berikutnya terjadi pada pukul 05.28 dan 06.35 WIB dengan ketinggian kolom abu sekitar 500 meter. Dalam salah satu erupsi, seismograf mencatat amplitudo maksimum sebesar 22 mm dan durasi letusan selama 115 detik, menunjukkan tekanan dari perut gunung belum sepenuhnya reda.
Baca Juga: Longsor di Tambang Batu Alam Gunung Kuda Cirebon, 4 Pekerja Tewas dan Evakuasi Masih Berlanjut
Tidak hanya erupsi yang mencolok, sepanjang Kamis (29/5) aktivitas gempa vulkanik juga cukup padat. Data menunjukkan ada 61 kali gempa letusan, lima gempa harmonik, dan tiga gempa vulkanik dalam yang masing-masing menunjukkan pergerakan magma dari dalam kawah menuju permukaan.
Selain itu, empat kali gempa tektonik jauh juga terdeteksi, menandakan kemungkinan adanya pengaruh dari pergerakan lempeng yang bisa memicu aktivitas vulkanik lebih lanjut. Untuk saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level II atau waspada, dan pengawasan intensif terus dilakukan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 8 kilometer di sektor tenggara, terutama di sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan.
Di luar itu, warga juga diminta menjauh setidaknya 500 meter dari sempadan sungai karena berpotensi terkena awan panas atau lahar jika terjadi erupsi lanjutan.
Baca Juga: Gletser Runtuh, Desa Blatten di Swiss Lenyap Ditelan Lumpur dan Es
“Bahkan perluasan potensi bahaya bisa mencapai hingga 13 kilometer dari puncak, jadi mohon semua pihak waspada dan mengikuti arahan petugas,” tegas Liswanto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 4Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 5TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 6Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 7Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 8Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 9Kontroversi Kylian Mbappe di China Belum Mereda, Permintaan Maaf Real Madrid Belum Cukup
- 10Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya





