Banten

Tragedi Tawuran di JIS: Polisi Tangkap 8 Pelajar, Remaja Tewas Dibacok

Moehamad Dheny Permana | 28 Mei 2025, 04:28 WIB
Tragedi Tawuran di JIS: Polisi Tangkap 8 Pelajar, Remaja Tewas Dibacok

Akurat Banten - Aksi tawuran antarpelajar kembali memakan korban jiwa. Kali ini, kejadian tragis tersebut terjadi di kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin, 27 Mei 2025.

Seorang remaja berinisial AR (20) tewas setelah mengalami luka bacokan di bagian kepala, diduga akibat serangan brutal yang dilakukan oleh sekelompok pelajar.

Dalam waktu kurang dari enam jam setelah kejadian, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjung Priok berhasil menangkap delapan pelajar yang diduga terlibat dalam aksi tawuran mematikan tersebut.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tanjung Priok, AKP Tommy Brian Hutomo, mengungkapkan bahwa penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap motif dan kemungkinan pelaku lain yang terlibat.

Baca Juga: Akhir Aksi Curanmor, Polres Metro Bekasi Ringkus Dua Pelaku di Cikarang Selatan

“Dalam waktu kurang dari enam jam kami sudah menangkap delapan orang yang diduga terlibat kasus ini dan kami masih terus melakukan pendalaman kasus ini,” ujar AKP Tommy.

Selain mengamankan para terduga pelaku, pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan tersebut.

Di antaranya satu unit senjata tajam dan sepeda motor yang digunakan oleh para pelaku saat konvoi menuju lokasi kejadian.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 20.00 WIB. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, sekelompok remaja datang ke pintu selatan JIS dengan mengendarai lima sepeda motor.

Mereka terlibat dalam konvoi yang mencurigakan sebelum akhirnya menyerang korban yang tengah berboncengan tiga dengan temannya.

Baca Juga: Berhasil Tumbangkan Thailand, Timnas Basket Indonesia Tinggal Selangkah Lagi Lolos ke Piala Asia U-16

“Ada tiga korban di motor tersebut, satu yang dibacok meninggal, satu luka dan satu lagi kabur. Saking paniknya, motornya sampai masuk ke parit,” jelas Tommy.

Korban AR mengalami luka parah di bagian kepala akibat senjata tajam dan nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Satu korban lainnya mengalami luka, sedangkan satu orang berhasil melarikan diri dari serangan.

Peristiwa ini sontak mengejutkan warga sekitar dan memicu perhatian publik, terutama terkait isu kenakalan remaja yang semakin mengkhawatirkan.

Baca Juga: JB Minta Evaluasi 4 Kepala OPD Salah Satunya Dinas Perizinan

Pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki lebih lanjut motif di balik aksi tawuran ini.

Diketahui bahwa para pelaku merupakan pelajar SMP dan beberapa di antaranya lulusan SMP yang diduga terlibat dalam kelompok geng pelajar.

"Kami masih memeriksa kasus ini dan ada sejumlah keterangan dan hasil visum yang kami tunggu dari rumah sakit," tambah AKP Tommy.

Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan yang melibatkan pelajar di Jakarta dan menyoroti pentingnya pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak usia sekolah.

Baca Juga: Ratusan Ribu Jamaah Haji RI Sudah Tiba di Mekkah, Sebagian Besar Pegang Kartu Nusuk

Diperlukan kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan penegak hukum untuk menanggulangi fenomena tawuran remaja yang terus berulang.

Kejadian di JIS ini semestinya menjadi peringatan keras bagi semua pihak untuk tidak menyepelekan potensi kekerasan di kalangan pelajar.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.