Banten

Prabowo Hadir di KTT BIMP–EAGA Kuala Lumpur, Dorong Pembangunan Kawasan Timur Indonesia

Andi Syafrani | 27 Mei 2025, 13:33 WIB
Prabowo Hadir di KTT BIMP–EAGA Kuala Lumpur, Dorong Pembangunan Kawasan Timur Indonesia

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 BIMP–EAGA di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (27/5), sebagai bagian dari rangkaian diplomasi aktif Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Forum ini mempertemukan para pemimpin dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk membahas langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur ASEAN.

Baca Juga: BPJPH Ungkap RM Ayam Goreng Widuran Solo Tak Bisa Dikenakan Sanksi Pidana

Acara berlangsung di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) dan turut dihadiri jajaran pejabat tinggi dari negara-negara anggota. Prabowo datang didampingi sejumlah menteri, seperti Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran mereka menegaskan keseriusan Indonesia dalam memajukan pembangunan di wilayah perbatasan dan kawasan timur Tanah Air.

Baca Juga: Diserang OTK Saat Pulang Dinas, Begini Kronologi Pembacokan Pegawai Kejagung di Depok

BIMP–EAGA atau Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area merupakan kerja sama sub-kawasan yang dibentuk sejak 1994.

Inisiatif ini bertujuan mempercepat pertumbuhan wilayah yang selama ini kurang mendapat perhatian, seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua di Indonesia; Sabah, Sarawak, dan Labuan di Malaysia; serta Filipina bagian selatan dan timur Brunei.

Baca Juga: Pegawai Kejaksaan Jadi Korban Pembacokan di Depok, Jaksa Agung Turun Tangan

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dalam sambutannya mengapresiasi kemajuan kerja sama yang terus konsisten dilakukan selama delapan tahun terakhir, terutama sejak diterapkannya visi bersama BIMP–EAGA Vision 2025. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai bukti nyata bahwa integrasi regional mampu menjembatani kesenjangan pembangunan antarwilayah.

Baca Juga: Blink Siap-siap, BLACKPINK Akan Gelar Konser Dunia Lagi di Jakarta November Mendatang, Cek Tanggalnya!

"Selama beberapa dekade terakhir, BIMP–EAGA membuktikan bahwa kolaborasi lintas batas dapat mengakselerasi pembangunan dan memperkuat konektivitas kita semua," ujar Marcos dalam pidatonya.

Baca Juga: Prabowo Dukung RUU Perampasan Aset, Pemerintah Genjot Komunikasi Politik Agar Segera Disahkan

Salah satu fokus utama dalam KTT tahun ini adalah meningkatkan konektivitas fisik dan digital antarwilayah, memperkuat jaringan logistik dan transportasi, serta membuka peluang investasi di sektor infrastruktur, pertanian, dan energi terbarukan.

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menyatukan kekuatan negara-negara anggota demi membangun kawasan timur ASEAN menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

Baca Juga: Wacana Pulau Kucing Dipertanyakan, DPRD DKI Nilai Berisiko Ganggu Ekosistem dan Bukan Solusi

Pemerintah Indonesia sendiri telah menyiapkan sejumlah proyek strategis yang masuk dalam skema kerja sama ini, seperti pembangunan pelabuhan, jalan penghubung antarprovinsi, serta penguatan koneksi digital di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Kehadiran Indonesia di forum ini juga membawa pesan kuat bahwa kawasan timur bukan hanya halaman belakang, tetapi masa depan pertumbuhan nasional.

Baca Juga: Penjaga Perlintasan Magetan Jadi Tersangka dalam Kecelakaan Maut yang Tewaskan Empat Nyawa

KTT ke-16 BIMP–EAGA ini merupakan bagian dari rangkaian pertemuan ASEAN yang digelar sepanjang akhir Mei 2025 di Malaysia. Selain menjadi ajang penguatan diplomasi regional, forum ini juga diharapkan dapat melahirkan kebijakan terobosan bagi pemerataan pembangunan yang selama ini menjadi tantangan utama kawasan.

Baca Juga: Markas Kodim Poso Kebakaran, TNI AD Sisir Penyebab Lewat Tim Gabungan

Dengan diplomasi aktif dan agenda pembangunan yang inklusif, Indonesia ingin memastikan bahwa tidak ada wilayah yang tertinggal dalam arus kemajuan ASEAN.

BIMP–EAGA bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tentang menyatukan visi dan semangat kolaborasi untuk masa depan yang lebih merata.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC