Pemilik Apotek Gama I Ditetapkan Tersangka Dalam Dugaan Kasus Peredaran Obat Ilegal

AKURAT BANTEN - Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai BPOM Serang menetapkan pemilik Apotek Gama I, Lucky Mulyawan Martono, sebagai tersangka dalam dugaan kasus peredaran obat ilegal yang melanggar regulasi kekesehatan. Kamis (23/01/25).
Penetapan tersangka ini dilakukan setelah BPOM melakukan penyelidikan terkait pengelolaan apotek yang juga dikelola oleh Lucky, yang menjabat sebagai Direktur PT Amal Bikin Sukses.
Kepala BPOM Serang, Mojaza Sirait, menyampaikan bahwa berdasarkan dokumen pengelolaan Apotek Gama I, Lucky Mulyawan Martono tercatat sebagai Direktur, sehingga dia bertanggung jawab atas kegiatan apotek tersebut.
"Pemilik sarana apotek inisial LMM (Lucky Mulyawan Martono) jadi tersangka," ujar Mojaza melalui sambungan telepon pada Rabu (22/1/2025).
Baca Juga: Menelisik Fasilitas SMPN Pinang yang Terbengkalai: Atap Bocor dan Kursi Kelas Rusak
Kasus ini berawal pada 9 Oktober 2024, ketika BPOM melakukan pengawasan terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Gama I.
Dalam pengawasan tersebut, BPOM menemukan dan menyita sebanyak 400 ribu butir obat yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Mojaza menambahkan bahwa dua alat bukti yang cukup telah diperoleh untuk menetapkan Lucky sebagai tersangka.
"Yang jelas untuk penetapan tersangka dua alat bukti sudah cukup. Barang bukti nanti ketahan di sidang," ujarnya.
Baca Juga: Menelisik Fasilitas SMPN Pinang yang Terbengkalai: Atap Bocor dan Kursi Kelas Rusak
Lucky Mulyawan Martono dijerat dengan Pasal 435 jo Pasal 138 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Pasal 55 KUH Pidana, yang mengatur sanksi pidana bagi pelaku yang terlibat dalam kegiatan kefarmasian yang melanggar hukum.
Saat di konfirmasi, Kuasa hukum Lucky, Rahmatullah, membenarkan bahwa kliennya telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Iya benar. Bukan pak Edi, tapi anaknya yang bernama LMM," katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan menempuh upaya hukum melalui praperadilan untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka tersebut.
Baca Juga: Dukung Ekonomi Nasional, Bea Cukai Tangerang Tunjukkan Kinerja Gemilang Sepanjang Tahun 2024
"Saya sebagai kuasa hukumnya akan melakukan upaya hukum yaitu praperadilan. Praperadilan sudah saya daftarkan pada 21 Januari 2025 dan sekarang masih menunggu panggilan untuk sidang dengan Nomor Perkara 2/Pid.Pra/2025/PN," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 120.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 2Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 3Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 4Marthinus Hukom Buka Suara soal Kasus Listyo Sigit, Dugaan Penyadapan Prabowo Disebut Makar!
- 5Babak Baru Sengkarut Tagihan Tirta Benteng: Pelanggan Bawa Teknisi Ahli, Telanjangi Asumsi Sepihak PDAM
- 6MA Kabulkan Gugatan Subhan Palal, Istana Diancam Digeruduk: 'Mending Gibran Pulang ke Solo!'
- 7Bikin Geger! Mantan Komandan Moge Polda Metro Jaya AKBP Netty Rosdiana Pilih Tanggalkan Seragam Polri, Ada Apa?
- 8Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 9Terungkap Dugaan Motif Penyadapan Prabowo, Eks Kompolnas Singgung Kepentingan Politik Listyo Sigit
- 10Terungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Lewat Sistem LIMS, Ada Apa dengan Listyo Sigit?








