Banten

Menteri Dikti Diduga Arogan dan Sewenang Wenang, Pegawai Kemendikbud Demo Besar besaran

Aldi Gultom | 20 Januari 2025, 20:57 WIB
Menteri Dikti Diduga Arogan dan Sewenang Wenang, Pegawai Kemendikbud Demo Besar besaran

 

AKURAT BANTEN - Sejak Senin pagi, 20 Januari 2025, suasana di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memanas.

Pagi tadi, para pegawai sudah berkumpul dengan mengenakan baju hitam dengan membawa sejumlah spanduk besar dengan tulisan dan pesan untuk Presiden Prabowo Subianto.

Ratusan pegawai menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung kementerian, menuntut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro, untuk bertanggung jawab atas sejumlah tindakan yang dianggap sewenang-wenang.

Baca Juga: Aksi Nyata, Warga Cipondoh Kerja Bakti Pembuatan Lubang Biopori untuk Antisipasi Banjir

Aksi demo ini diduga dipicu oleh sejumlah tindakan Menteri Satryo yang dianggap tidak adil dan melanggar etika kerja.

Salah satu pemicu utamanya adalah pemecatan sepihak terhadap sejumlah pegawai, termasuk Neni Herlina, seorang Pranata Humas Ahli Muda.

Pemecatan yang dilakukan oleh Satryo Soemantri ini dinilai tidak memiliki alasan yang jelas dan prosedur yang benar.

Baca Juga: Aksi Nyata, Warga Cipondoh Kerja Bakti Pembuatan Lubang Biopori untuk Antisipasi Banjir

Selain itu, Menteri Satryo Soemantri juga dituduh kerap bersikap arogan dan kasar terhadap pegawai.

Hal ini membuat suasana kerja menjadi tidak nyaman dan menimbulkan ketakutan di kalangan pegawai.

Selain pemecatan, pegawai juga merasa tertekan dengan adanya ancaman mutasi yang dilakukan secara sewenang-wenang oleh Menteri Satryo Soemantri.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Meriahkan HUT Kota Tangerang ke 32, Pemkot Tangerang Adakan Job Fair di 6 Lokasi

Selain tindakannya kepada para pegawai Kemendikbudristek, Menteri Satryo Soemantri disebut telah menampar sopir pribadinya dan melakukan pemecatan sepihak kepada para pegawai lainnya. 

Ketua Paguyuban Pegawai Kemendikti Saintek Suwitno juga mengatakan bahwa masalah tersebut bukan baru saja terjadi, tetapi sudah dimulai sejak adanya pergantian pejabat baru setelah Prof Satryo diangkat sebagai Mendikti Saintek oleh Presiden Prabowo Subianto.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.