Banten

Amankan Pilkada Tangsel, Polisi Kerahkan 1.679 Personel

Noudhy Valdryno | 22 November 2024, 14:22 WIB
Amankan Pilkada Tangsel, Polisi Kerahkan 1.679 Personel

AKURAT BANTEN - Polres Tangerang Selatan (Tangsel) mengerahkan sebanyak 679 personel untuk mengamankan serta menjaga kondusifitas pesta demokrasi Pilkada serentak di wilayah hukumnya. 

Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang menjelaskan, ratusan personel kepolisian yang akan bertugas dalam mengamankan Pilkada serentak telah menjalani pemeriksaan kesehatan, dan kelengkapan peralatan pribadi maupun dinas yang akan digunakan saat bertugas. 

"Pagi ini kami mengumpulkan seluruh personil khususnya di Polres Tangsel dan polsek jajaran itu ada 679 personil. Kemudian kami melakukan pengecekan," ujar Victor usai memimpin Apel Gelar Pasukan Pengaman Pilkada Serentak, Jumat (22/11/2024). 

Baca Juga: Program 100 Hari Kerja Kepsek SMKN 2 Rangkasbitung, Targetkan Jadi Sekolah Percontohan di Banten

Selain mengandalkan tenaga ratusan personel, Victor menuturkan, nantinya akan ada perbantuan personel bawah kendali operasi (BKO) dari Polda Metro Jaya yang turut mengamankan stabilitas eskalasi politik di Tangsel selama Pilkada berlangsung.

Pengerahan BKO tersebut akan dilakukan pada hari Senin, 25 November 2024 atau dua hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara akan dilangsungkan pada 27 November 2024.

"Nanti akan ada BKO juga, di hari Senin dari Polda sekitar 1000 personil yang akan mengamankan melekat di TPS yang ada di wilayah hukum Polres Tangsel," tuturnya.

Baca Juga: Gibran Sambut Indonesia Emas, Hapus Sistim Berbasis Zonasi dan Masukkan Digital Marketing dalam Kurikulum Sekolah

Atas penugasan ini, Victor mengimbau agar personel yang bertugas mengamankan jalannya Pilkada serentak di Tangsel ini dapat menjunjung tinggi profesionalitas dan netralitas sebagai aparatur negara. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.