Banten

Dinkes Banten Siap Rawat Caleg Gila karena Kalah Pemilu 2024

Irsyad Mohammad | 29 Januari 2024, 18:32 WIB
Dinkes Banten Siap Rawat Caleg Gila karena Kalah Pemilu 2024

AKURAT BANTEN - Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengaku telah menyiapkan rumah sakit untuk caleg yang mengalami gangguan kejiwaan karena kalah Pemilu 2024. 

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, pihaknya telah bekerjasama dengan rumah sakit di Banten untuk menangani para caleg yang gagal setelah Pemilu 2024

"Meskipun di Banten ini belum ada RSKU, tapi kami sudah koordinasikan dengan seluruh rumah sakit, khsusunya rumah sakit umum untuk menampung jika ada para caleg yang mengalami masalah kejiwaan setelah Pilpres berlangsung," katanya, Senin (29/1/2024). 

Baca Juga: Mirip Film-film Laga, Penangkapan Residivis Narkoba di Payakumbuh Diwarnai Kejar-kejaran dan Tembak-tembakan

Ati mengungkapkan, jika para caleg mengalami gangguan kejiwaan yang parah maka akan dirujuk ke Grogol.

"Namun kita juga bekerjasama dengan rumah Grogol RSKU yang jika itu perlu rujukan, ketika tidak bisa ditangani di rumah sakit umum maka kita akan rujuk ke rumah sakit RSJKO Grogol," ungkapnya.

Meski demikian, kata Ati, ada beberapa proses sebelum dirujuk dan dilihat dari seberapa parah gangguan Jiwanya.

"Calegnya berobat, nanti masih bisa ditangani rawat jalan atau masih belum sampai pada gangguan jiwa, kan ada tahapannya tuh, ada masalah kejiwaan baru sampai pada masa kejiwaan kemudian naik ke ganguan jiwa ringan, sedang, dan gangguan jiwa berat," cetusnya.

"Kalau yang sifatnya akut, nanti kita akan rujuk ke rumah sakit Grogol," sambungnya.

Sebelumnya, Ati menjelaskan, pada tahun lalu juga dilakukan hal yang sama, pihaknya telah menyiapkan rumah sakit untuk menangani caleg gagal dan alami gangguan kejiwaan.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Kantor PPK Kalanganyar Sering dalam Keadaan Kosong

"Tahun kemarin untuk sampai kita rujuk engga ada, tugas kami mengantisipasi, bahkan bukan hanya paska tapi sebelum pelaksanaan Pilpres pun sampai pada di TPS kami lakukan antisipasi kejadian seperti lima tahun lalu, terutama kaitannya dengan petugas-petugas yang ada," jelasnya.

Selain masalah kejiwaan, Dinkes Banten juga akan mengurus masalah kesehatan para petugas yag bekerja di tiap TPS.

Hal tersebut untuk menghindari adanya petugas yang kelelahan akibat pekerjaan yang diemban.

"Seperti lima tahun yang lalu kelelahan fisik, ada banyak yang meninggal dunia, kita jangan sampai terulang kembali," ucapnya. 

Ia menghimbau kepada seluruh tenga kesehatan untuk mengaktifkan layanan selama 24 jam.

"Seluruh petugas kesehatan saya memerintahkan Kadinkes kabupaten dan kota untuk mengaktifkan layanan 24 jam puskesmas ditanggal 14 dan15," kata Ati. 

"Kemudian juga ada yang mobile, mengontrol wilayah kerjanya masing masing untuk TPS TPS yang ada," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.