Banten

Gadis Cantik 24 Tahun Mengidap 'SINDROM' TikTok Berakhir di Rumah Sakit Jiwa Bogor

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 28 November 2023, 19:08 WIB
Gadis Cantik 24 Tahun Mengidap 'SINDROM' TikTok Berakhir di Rumah Sakit Jiwa Bogor

AKURAT BANTEN - Menurut ahli dari Oxford University, Membiarkan anak-anak menggunakan TikTok atau aplikasi video serba cepat lainnya sama seperti membiarkan anak berada di toko permen yang penuh dengan kesenangan serba cepat. kondisi ini bisa memberikan pengaruh buruk terhadap rentang atensi anak.

"Itu seperti kita membuat anak-anak hidup di toko permen, lalu kita memerintahkan mereka untuk mengabaikan semua permen yang ada dan meminta mereka menyantap sayuran," jelas ethicist dari Oxford University dan ilmuwan teknologi James Williams, seperti dilansir Mail Online.

Seiring waktu, kondisi ini dapat membuat anak menjadi sulit untuk menjaga fokus pada tugas sehari-hari. Kemampuan anak untuk memberikan atensi atau perhatian terarah pun ikut terganggu.

"Atensi terarah merupakan kemampuan untuk mengatasi distraksi, menjaga perhatian, serta mengalihkan perhatian secara tepat," jelas direktur klinis untuk atensi dan kemampuan belajar di Cleveland Children's Hospital Dr Michael Manos.

Menurut beberapa studi, pola konsumsi konten seperti ini akan mengaktivasi area pusat otak yang berkaitan dengan adiksi. Tak heran bila semakin lama, pengguna TikTok akan semakin sulit untuk lepas dari aplikasi tersebut.

Menghadapi masalah tersebut pihak TikTok telah melakukan perubahan kebijakan kepada pengguna berdasarkan umur, Salah satu perubahan tersebut adalah mencegah pengguna TikTok berusia di bawah 15 tahun untuk menerima notifikasi di atas jam 21.00 malam. TikTok juga secara rutin akan memberikan pesan kepada pengguna untuk beristirahat dari pemakaian aplikasi tersebut.

Dampak buruk pengguna TikTok di Indonesia
Hal tersebut benar-benar dialami seorang gadis 24 tahun asal Bogor ini, Sebut saja namanya Mawar, Gara-gara kecanduan live TikTok menyebabkan terjadinya perubahan prilaku tidak normal atau depresi.

Kejadian ini dikisahkan oleh petugas Dinas Sosial Kota Bogor, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Kota Bogor, Dody Wahyudin membenarkan pihaknya telah mengevakuasi Mawar, Hal ini dilakukan untuk mengamankan Mawar yang berada di Kawasan Air Mancur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor (25/11/2023) sekira pukul 14.00 WIB. Dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) untuk ditangani.

Petugas menceritakan bahwa gadis 24 tahun itu sering berjoget serta lipsing seolah sedang melakukan live TikTok meski di hadapannya ada petugas Dinsos.Petugas pun merasa aneh dan sempat kebingungan dengan gelagar Mawar saat dievakuasi.

"Posisinya lagi kaya lipsing TikTok aja. Joget-joget. Terus ngomong kaya di TikTok aja. Kan, kalau di TikTok suka ga nyambung kan sama lagunya. Kaya gitu aja," ungkap Dody.

Belakangan diketahui, Mawar diduga depresi disebabkan, Antara lain:
1. Followers TikTok-nya tidak bertambah
2. Tidak mampu lagi beli paket untuk Live
3. Jarang makan hingga tidak melakukan pekerjaan rumah.
4. Sering ngomong sendiri depan kaca
5. Keluarganya sudah tidak perduli lagi.

Menurut keterangan Dody, Ia menganggap, gadis 24 tahun ini apabila diantar kerumahnya justru akan menimbulkan konflik baru. Terutama, dengan keluarga serta wilayah sekitarnya, Hal itu karena ia menduga Mawar sengaja dibiarkan oleh keluarganya.

"Sebenernya kita tahu. Tapi, kayanya ini didiemin ama keluarganya, Akhirnya kita bawa ke RSJMM aja. Daripada kita bawa ke keluarganya malah bikin kisruh kan," ujarnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.