Banten

Dampak Pembangunan Bendungan Karian, Kampung Sinday Lebak Ditenggelamkan dan Kini Jadi Obyek Wisata Dadakan

Saeful Anwar | 27 November 2023, 06:02 WIB
Dampak Pembangunan Bendungan Karian, Kampung Sinday Lebak Ditenggelamkan dan Kini Jadi Obyek Wisata Dadakan

 

AKURAT BANTEN – Ramai media massa meliput pembangunan Bendungan Karian di Kampung Sinday, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak yang kini tenggelam sejak Senin,15/10/2023.

Seperti dikutip dari laman kementerian PUPR pembangunan Bendungan Karian dimulai sejak Oktober 2015 dengan anggaran Rp 1,3 triliun dan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana Daelim Industrial Co, LTD-PT. Wijaya Karya (Persero)-PT. Waskita Karya (Persero) Joint Operation.

Bendungan ini juga memiliki potensi sebagai tujuan wisata air di Kabupaten Lebak serta pembangkit energi listrik sebesar 1,8 megawatt melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH).

Fungsi Bendungan

Bendungan Karian memiliki kapasitas tampung 314.7 juta m3 dan luas genangan maksimum sebesar 1,740 hektar yang dapat dimanfaatkan untuk menambah kebutuhan suplesi ke Daerah Irigasi (DI) Ciujung dengan luas 22.000 hektare.

Selain irigasi, Bendungan Karian memiliki fungsi utama menyuplai air baku untuk kebutuhan rumah-tangga, dan industri 9 kota/kabupaten di Provinsi Jakarta dan Banten sebesar 14,6 m3/detik yakni Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon sebesar 1,5 m3/detik. Kecamatan Rangkasbitung dan Maja Kabupaten Lebak sebesar 0,6 m3/detik.

Kemudian Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor sebesar 0,2 m3/detik, Kabupaten Tangerang sebesar 3,6 m3/detik, Kota Tangerang sebesar 2,0 m3/detik, Kota Tangerang Selatan sebesar 1,8 m3/detik, dan Kota Jakarta Barat sebesar 4,2 m3/detik.

Obyek Wisata Dadakan

Bendungan Karian memberikan manfaat bagi warga sekitar, seperti warga Kampung Sinday, Desa Pajagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. Saat ini, bendungan yang menenggelamkan kampung dimanfaatkan warga sebagai destinasi wisata getek bambu.

Setiap hari, banyak pengunjung yang datang ke Bendungan Karian yang dulunya merupakan Kampung Sinday, yang saat ini sudah tenggelam dan menjadi objek wisata dadakan.

Pengunjung yang merupakan warga desa sekitar berdatangan untuk mencoba naik getek bambu. Pemilik getek bambu, Abeng, mengatakan bahwa getek wisata yang menawarkan ke pengunjung untuk mengelilingi Bendungan Karian.

“Setiap hari ada aja yang naik getek, berkeliling ke area danau (menyebut Bendungan Karian) yang penasaran dengan beberapa lokasi danau yang dulunya merupakan lokasi perkampungan,” katanya, Kamis, 23 November 2023.

Diungkapkan Abeng, untuk tarif naik getek per orang dikenakan biaya Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu, tergantung getek yang berkeliling.

“Kalau sampai ke masjid itu lima ribu, kalo misalnya sampe Kampung Pasir Eurih itu sepuluh ribu,” ujar Abeng.

Wisata getek bambu yang digunakan warga dibantu menggunakan mesin, sehingga saat berkeliling bendungan akan lebih cepat. Getek juga sudah dilengkapi atap sebagaimana getek wisata pada umumnya.

Untuk pengunjung juga tetap harus berhati-hati saat naik wisata getek bambu.(**)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.