Banten

Taukah Anda, Sejak Kapan 'BAJU' di Pakai Oleh Manusia? Begini Penjelasannya!

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 19 November 2023, 16:17 WIB
Taukah Anda, Sejak Kapan 'BAJU' di Pakai Oleh Manusia? Begini Penjelasannya!

AKURAT BANTEN - Jika kita pernah mempelajari kehidupan manusia pada zaman pra sejarah, kita dikenalkan kehidupan manusia yang sangat minim pakaian. Bahkan sampai saat ini, kehidupan dengan minimnya pakaian pun masih ada, beberapa suku pedalam di sebagian negara masih mengenakan pakaian primitif yang terbuat dari bahan alami seperti dedaunan.

Namun, perlu diketahui bahwa seiring dengan perkembangan peradaban manusia, pakaian telah dikembangakan dan diproduksi dari berbagai macam bahan berkualitas seperti kain, bulu, kulit, dan lain sebagainya, dengan dihiasi warna, corak, dan motif tertentu.

Fungsi dan Manfaat Pakaian Bagi Manusia, Pakaian merupakan sumber primer (pokok) bagi manusia, di mana hal itu tercerminkan dalam fungsi dan manfaat penting yang perlu diketahui, di antaranya adalah :

1. Melindungi Tubuh
Fungsi dan manfaat pakaian yang paling utama adalah untuk melindungi tubuh dari berbagai macam cuaca dingin, cuaca panas dan terik matahari, bakteri penyebab penyakit, hujan, salju, dan lain sebagainya. Bahkan dalam keadaan tertentu, pakaian dapat melindungi manusia dalam kondisi berbahaya, misalnya pakaian perang melindungi dari senjata tajam, rompi anti peluru melindungi dari tembakan, dan penggunaan pakaian secara menyeluruh pada tubuh dapat melindungi dari wabah virus mematikan.

2. Menutup Aurat
Tentu saja sebagai seorang muslim, fungsi dan manfaat utama dalam mengenakan pakaian sebagai sumber pokok yang mencerminkan seorang muslim adalah untuk menutupi aurat. Pasalnya, menutup aurat bagi setiap muslim adalah sebuah kewajiban dalam menjalankan syariat agama. Adapun batas aurat menurut Madzhab Syafi'iyyah adalah pusar sampai lutut bagi laki-laki dan seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan bagi wanita.

3. Menutupi Hal Memalukan Dari Tubuh
Tak hanya untuk menutup aurat, pakaian juga berfungsi untuk menutupi semua hal-hal yang memalukan dari tubuh seseorang, misalnya tubuh memiliki bekas luka, terdapat penyakit kulit dalam tubuh seperti panu, dan lain sebagainya.

4. Sebagai Penghias Tubuh Manusia
Tentu kita bisa membayangkan jika manusia hidup tanpa mengenakan pakaian, tentu saja hal itu akan terlihat kurang pantas, sehingga di sinilah pakaian memiliki fungsi dan manfaat sebagai penghias tubuh. Pasalnya, seseorang bisa telihat sangat menawan jika dilihat dari pakaian yang ia kenakan

5. Pakaian Sebagai Identitas dan Ciri Khas
Populasi manusia di seluruh dunia terbagi ke bermacam-macam perbedaan, perbedaan wilayah kenegaraan, agama, suku, bangsa, budaya dan adat istiadat, status sosial, dan lain sebagainya. Nah, dari berbagai macam perbedaan tersebut bisa diketahui hanya dari pakaian yang dikenakan.Dengan demikian, pakaian memiliki fungsi dan manfaat sebagai identitas dan ciri khas dari banyaknya perbedaan populasi manusia di atas.

6. Mempermudah Kelancaran Interaksi Sosial
Ternyata, pakaian juga mempengaruhi dalam berinteraksi sosial dalam masyarakat. Tentu saja hal ini tergantung pada waktu, tempat, dan keadaannya. Misalnya saja, pakaian seragam bagi seorang murid, pakaian yang rapi dan sopan bagi seorang karyawan perusahaan, pakaian compang camping bagi seorang petani, busana muslim bagi seorang ustadz, dan lain sebagainya.

7. Pakaian Sebagai Bentuk Usaha dan Ladang Bisnis
Nah, menilik dari pakaian yang merupakan kebutuhan utama bagi manusia, maka tentu saja produksi dan pemasaran pakaian tidaklah asing menjadi sebuah usaha dan ladang bisnis dalam kehidupan sehari-hari, baik secara offline maupun online.

Bukti tertua yang diberikan oleh para ahli arkeologi adalah Gaun Tarkhan, yaitu kemeja linen dengan leher V yang ditemukan di makam Dinasti Pertama di pemakaman Tarkhan, Mesir kuno, oleh ahli Mesir kuno, Flinders Petrie. Ternyata, penanggalan radiokarbon mengungkap pakaian tersebut berasal dari rentang waktu antara tahun 3482 hingga 3102 SM. (Sumber: IFL Science)

Meskipun kemeja menjadi pakaian paling awal yang hampir seluruhnya ditemukan oleh para ahli arkeologi, hal ini tidak menjadi bukti terawal terkait tekstil tenunan. Penelitian kemudian beralih ke bukti yang tidak langsung terkait kapan manusia pertama kali meninggalkan kebiasaan bertelanjang.

Sebagai contoh, di pemukiman kuno Çatalhöyük, Turki, para arkeolog menemukan pecahan tekstil tenunan dari serat tumbuhan yang diyakini berusia sekitar 8.500 tahun, mengindikasikan manusia pada waktu itu sudah memproduksi dan mengenakan pakaian.

Jika berbicara mengenai serat, terdapat bukti yang jauh lebih kuno daripada potongan kain yang ditemukan di Turki. Di Gua Dzudzuana, Georgia, sekitar 1.440 kilometer dari lokasi sebelumnya, peneliti menemukan serat rami liar. Beberapa serat ini sudah dipilin dan diwarnai dengan pigmen alami, yang dianggap sebagai bukti awal praktik menjahit pakaian. Menariknya, serat-serat ini memiliki usia sekitar 30.000 tahun, sebuah lonjakan yang cukup besar dalam sejarah asal usul pakaian.

Para peneliti mengambil pendekatan yang tidak biasa untuk mengeksplorasi sejarah pakaian dengan memeriksa kutu. Terdapat dua jenis kutu yang menyebabkan gangguan pada manusia yaitu kutu kepala yang menggigit kulit kepala, dan kutu badan yang memakan tubuh. Kutu badan juga dapat ditemukan pada pakaian kita, sehingga para ilmuwan mengemukakan teori bahwa mengetahui asal usul kutu badan dapat memberikan petunjuk tak langsung tentang kapan manusia mulai mengenakan pakaian.

Dalam beberapa penelitian, para peneliti membandingkan DNA kutu kepala dan kutu badan untuk menentukan waktu munculnya kutu badan. Salah satu perkiraan terbaru menyatakan bahwa perbedaan antara kutu kepala dan kutu badan mungkin muncul antara 83.000 hingga 170.000 tahun yang lalu, memberikan indikasi awal kemunculan pakaian pada periode tersebut. Namun, ini hanya perkiraan kasar karena kutu badan memerlukan waktu untuk beradaptasi, sehingga mungkin pakaian sudah ada sebelum rentang waktu tersebut.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.