Polisi Surabaya Libatkan Psikiater Usai Bongkar Pesta Terlarang, Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Siwalan Party

Akurat Banten - Polrestabes Surabaya terus mendalami kasus pesta bertema Siwalan Party yang digerebek di salah satu hotel beberapa hari lalu dan melibatkan puluhan pemuda.
Tak hanya menindak secara hukum, kepolisian juga memutuskan menghadirkan psikiater untuk mendampingi para pelaku yang diamankan.
Langkah ini, menurut pihak kepolisian, dilakukan karena kasus tersebut bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut kondisi psikologis para terlibat.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, menjelaskan bahwa pihaknya mengamankan 34 orang dalam operasi tersebut.
“Penanganan kasus ini kami lakukan secara bertahap dan profesional. Ada beberapa klaster yang kami bedakan berdasarkan peran masing-masing,” ujar Edy.
Ia memaparkan, ada empat kategori tersangka yang kini ditetapkan penyidik.
Klaster pertama terdiri dari seorang penyandang dana utama yang bertanggung jawab penuh atas berlangsungnya acara tersebut.
Tersangka ini dijerat dengan pasal berlapis terkait tindak pornografi dan eksploitasi kegiatan asusila, dengan ancaman hukuman hingga puluhan tahun penjara.
Klaster kedua merupakan admin utama yang mengelola seluruh kegiatan daring dan penyebaran undangan pesta melalui aplikasi percakapan.
“Admin ini berperan penting karena menjadi penghubung antara penyandang dana dan para peserta. Semua komunikasi berlangsung lewat grup Whatsapp yang sudah disiapkan,” jelas Edy.
Baca Juga: Pengedar Sabu dan Ekstasi Dibekuk di Bukit Duri, Polisi Bongkar Jejak Jaringan dari Luar Jakarta
Klaster ketiga diisi oleh tujuh orang admin pembantu yang turut mengoordinasikan peserta dan logistik acara.
Sementara itu, klaster keempat mencakup 25 orang peserta yang hadir dalam pesta tanpa dipungut biaya.
Menurut hasil penyidikan, seluruh biaya kegiatan tersebut ditanggung oleh tersangka berinisial MR yang disebut-sebut sudah delapan kali menggelar acara serupa di Surabaya.
“Motifnya bukan keuntungan finansial, tetapi semata-mata mencari kesenangan dan sensasi,” ungkap Edy.
Para peserta yang rata-rata berusia antara 20 hingga 30 tahun itu diketahui berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Beberapa di antaranya bahkan masih berstatus mahasiswa dan karyawan swasta.
Polisi kini tengah memeriksa seluruh tersangka, termasuk kondisi kesehatan mereka.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada penyebaran penyakit menular yang timbul akibat kegiatan tersebut.
Namun, penanganan tak berhenti di situ.
Polrestabes Surabaya juga bekerja sama dengan psikiater untuk memberikan pendampingan dan konseling bagi para tersangka.
“Kami tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga ingin memberikan pembinaan agar mereka bisa kembali ke jalan yang benar,” tutur Edy.
Baca Juga: Bea Cukai Gempur Peredaran Barang Ilegal, Ribuan Penindakan Warnai Sepanjang 2025
Ia menambahkan bahwa pendekatan psikologis menjadi bagian penting dalam proses penanganan, sebab persoalan ini dinilai berkaitan erat dengan perilaku dan kondisi mental individu.
“LGBT bukan semata urusan hukum, tapi juga sosial dan kemanusiaan. Oleh karena itu kami berkoordinasi dengan psikiater untuk menemukan langkah rehabilitasi yang tepat,” tegasnya.
Pihak kepolisian berharap tindakan ini dapat memberikan efek jera sekaligus membuka peluang perubahan perilaku bagi mereka yang terjerat dalam kegiatan serupa.
Edy menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Polrestabes Surabaya untuk menegakkan hukum secara tegas namun tetap manusiawi.
“Ini bukan sekadar penindakan, melainkan upaya bersama untuk membenahi moral generasi muda,” ujarnya.
Kasus Siwalan Party kini masih terus dikembangkan, sementara penyidik berjanji akan mengungkap siapa saja pihak lain yang diduga terlibat di balik jaringan penyelenggaraan pesta tersebut.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 6Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 7Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 8Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






