Benyamin Davnie Bantah Uang Pemda Mengendap: 'Itu Anggaran Proyek yang Belum Ditagih'

AKURAT BANTEN - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie membantah pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut dana pemerintah daerah (Pemda) masih banyak mengendap di perbankan.
Menurut Benyamin, dana tersebut bukanlah sisa anggaran yang tidak digunakan, melainkan bagian dari pembiayaan program prioritas pemerintah daerah, terutama di sektor pembangunan infrastruktur yang masih berjalan.
"Secara prinsip pekerjaan kontraktual sudah selesai tender, sekarang lagi pengerjaan fisik konstruksi," ujar Benyamin usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kota Tangsel, Kamis (23/10/2025).
Ia menjelaskan, proyek-proyek yang tengah berjalan belum dapat dicairkan sepenuhnya karena pihak ketiga belum mengajukan penagihan.
"Nah, yang belum tertagih ini pihak ketiganya belum nagih ke kita, alasannya karena memang masih ada waktunya," sambungnya.
"Biasanya itu di awal Desember baru mereka menagih termin ketiga atau keempat," tambahnya.
Benyamin menegaskan bahwa dana yang tersimpan di bank bukan dalam bentuk deposito, melainkan giro, sehingga dapat segera dicairkan begitu penagihan dilakukan.
"Kalau untuk yang lain-lain, gaji segala macam itu sudah selesai. Jadi ini dana yang memang belum tertagih," katanya.
Lebih jauh, ia memastikan keterlambatan penagihan tidak memengaruhi jalannya pemerintahan maupun pelaksanaan program publik lainnya.
"Jadi Insya Allah pada akhir tahun, anggaran kita sudah bisa kelihatan berapa Silpanya, dan berapa yang diserap seperti itu," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti rendahnya serapan anggaran belanja daerah pada kuartal III tahun 2025.
Menurutnya, lambannya realisasi anggaran bukan karena kekurangan dana, melainkan lemahnya eksekusi di daerah.
Ia menyebut, dana Pemda yang masih mengendap di perbankan mencapai Rp234 triliun dan tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kota Tangerang Selatan.
"Rendahnya serapan tersebut berakibat menambah simpanan uang Pemda yang nganggur di bank sampai Rp234 triliun. Jadi jelas, ini bukan soal uangnya tidak ada, tapi soal kecepatan eksekusi," ujar Purbaya dalam rapat pengendalian inflasi tahun 2025 di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 4Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







