Banten

Presiden Prabowo Dorong Pengembangan STEM untuk Swasembada Energi dan Pangan

Moehamad Dheny Permana | 20 Oktober 2025, 19:29 WIB
Presiden Prabowo Dorong Pengembangan STEM untuk Swasembada Energi dan Pangan

Akurat Banten - Presiden RI Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih pada Minggu sore di kediaman pribadinya kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Rapat tersebut difokuskan pada upaya pemerintah mengakselerasi pengembangan bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics atau STEM di Indonesia.

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menyebut, sejumlah menteri yang dijadwalkan hadir antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Pendidikan Tinggi dan Saintek Brian Yuliarto.

Dalam rapat itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang STEM untuk menghadapi tantangan global dan memastikan kemandirian nasional.

“Mendikti Saintek diberi tugas oleh Bapak Presiden untuk menyiapkan sumber daya manusia terutama di bidang STEM,” jelas Prasetyo Hadi.

Selain peningkatan kapasitas SDM, Presiden juga menugaskan kementerian terkait untuk melakukan penelitian dan pengembangan teknologi yang dapat mendukung swasembada energi dan pangan di Tanah Air.

Fokus pada swasembada pangan, Presiden menekankan perlunya inovasi dalam teknologi bibit unggul agar hasil pertanian lebih optimal.

Tak hanya itu, Presiden juga meminta pemanfaatan teknologi di sektor mineral dan turunannya, memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Indonesia secara maksimal.

“Teknologi harus menjadi ujung tombak agar kita mampu mandiri dalam energi dan pangan,” tambah Prasetyo.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Gunung Lawu Tetap Sakral dan Bebas dari Proyek Panas Bumi

Sebelumnya, rapat serupa telah digelar di Ruang VVIP Lanud Halim Perdanakusuma, yang juga menekankan pentingnya STEM sebagai fondasi pembangunan nasional.

Menurut pejabat kementerian, program STEM yang tengah dijalankan akan melibatkan kolaborasi antara universitas, lembaga penelitian, dan industri.

Hal ini untuk memastikan inovasi yang dikembangkan tidak hanya berorientasi teori, tetapi juga memiliki aplikasi nyata di lapangan.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus selaras dengan kedaulatan pangan dan energi, sehingga Indonesia tidak bergantung pada negara lain dalam kebutuhan dasar.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pengembangan teknologi mineral, termasuk penelitian tentang turunan-turunan sumber daya alam untuk mendukung industri dalam negeri.

Menteri Pendidikan Tinggi dan Saintek Brian Yuliarto menyatakan, pihaknya siap memperkuat kapasitas riset di kampus-kampus dan memfasilitasi program inovasi yang mendukung kebijakan Presiden.

Selain itu, menteri terkait juga diminta melakukan koordinasi lintas kementerian agar setiap program STEM yang dijalankan memiliki dampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional.

“STEM bukan sekadar ilmu pengetahuan, tetapi harus menjadi alat strategis untuk kemandirian bangsa,” ujar Brian.

Baca Juga: Timnas Voli U-18 Indonesia Kuasai Klasemen Sementara Asian Youth Games 2025

Rapat terbatas ini menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah dalam memprioritaskan pengembangan sains dan teknologi sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

Presiden Prabowo menekankan, keberhasilan program ini akan menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing global.

Sesi diskusi berlangsung intens, dengan sejumlah menteri menyampaikan strategi dan rencana implementasi untuk program-program prioritas bidang STEM.

Keseluruhan rapat menegaskan komitmen pemerintah dalam memajukan inovasi dan teknologi yang dapat langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.