Skandal Narkoba di Balik Jeruji Rutan Salemba Guncang Publik

Akurat Banten - Jakarta kembali diguncang kabar mencengangkan setelah aktor Ammar Zoni disebut terlibat dalam jaringan peredaran narkotika dari balik tahanan.
Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, mengungkapkan bahwa aktivitas terlarang itu telah berlangsung cukup lama.
“Pergerakannya mulai terendus sejak Januari 2025,” ujar Wahyu.
Ia menuturkan, benih kasus ini muncul saat tim keamanan rutan menggelar razia rutin pada awal tahun.
Petugas yang tengah menyisir blok tahanan mendapati gelagat mencurigakan dari Ammar Zoni.
“Petugas kemudian mendekati AZ dan melakukan penggeledahan,” ucap Wahyu.
Dari penggeledahan tersebut, petugas menemukan sabu-sabu dan ganja kering dalam jumlah yang tidak sedikit.
Temuan itu langsung membuka tabir jaringan gelap yang disebut-sebut melibatkan beberapa narapidana lain di Rutan Salemba.
Menurut hasil penyelidikan internal, Ammar diduga bertugas sebagai penampung narkoba dari luar penjara.
Barang haram itu kemudian diedarkan melalui lima orang tahanan lain yang diduga bagian dari sindikat.
Mereka disebut beroperasi dengan sistem komunikasi yang sangat rapi.
“Para tersangka menggunakan aplikasi Zangi untuk berhubungan dengan pemasok,” terang Wahyu.
Aplikasi tersebut dikenal sulit dilacak sehingga membuat peredaran narkoba di dalam rutan semakin licin dan terstruktur.
Begitu jaringan ini terendus, pihak rutan langsung berkoordinasi dengan Polsek Cempaka Putih untuk melakukan langkah hukum lanjutan.
Kasus ini pun bergerak cepat ke meja kejaksaan.
Plt Kasi Intel Kejari Jakarta Pusat, Agung Irwan, menyebut proses hukum telah mencapai tahap krusial.
Tahap dua atau penyerahan barang bukti dan tersangka resmi dilakukan terhadap Ammar Zoni dan lima orang lainnya.
Setelah proses administrasi rampung, berkas perkara akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
“Sidang akan segera digelar dalam waktu dekat,” kata Agung.
Kasus ini menjadi sorotan publik bukan hanya karena melibatkan sosok publik figur, tapi juga menguak kelemahan sistem pengawasan di dalam penjara.
Banyak pihak mempertanyakan bagaimana narkoba bisa masuk dan beredar dengan begitu rapi di tempat yang seharusnya paling ketat pengawasannya.
Aktivitas ilegal di balik jeruji besi itu membuka kembali perdebatan soal celah keamanan di lembaga pemasyarakatan Indonesia.
Baca Juga: SMA Negeri 8 Pandeglang Gelar Pelatihan Kepemimpinan Siswa, Cetak Calon Pemimpin Masa Depan
Pakar hukum pidana, Andri Saputra, menilai kasus ini harus menjadi momentum pembenahan serius.
“Jika jaringan narkoba bisa tumbuh subur di dalam rutan, itu artinya ada kelemahan sistemik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa aparat perlu memperkuat pengawasan, memperbarui teknologi pelacakan komunikasi, serta menindak tegas oknum yang terlibat.
Hingga kini, Ammar Zoni belum memberikan keterangan langsung kepada publik.
Sementara itu, pihak kepolisian dan kejaksaan memastikan proses hukum akan berjalan sesuai aturan tanpa perlakuan khusus.
Masyarakat menanti jalannya persidangan yang diprediksi akan menjadi salah satu kasus narkoba paling menyita perhatian pada akhir tahun 2025.
Kasus ini bukan sekadar tentang peredaran narkoba, tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap integritas sistem pemasyarakatan di Indonesia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bikin Geger! MK Segera Sidangkan Gugatan Gibran, Ini Isi Permohonannya hingga Nasib Kursi Wakil Presiden
- 2Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 5Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 6Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 7Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 8Heboh Suahasil Nazara Dituding Korupsi Rp500 Triliun, Ternyata Judul Beritanya Dipalsukan
- 9ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Menhan Sjafrie Ungkap Kondisi Kapal Hibah Italia
- 10TNI AL Temukan 3 Jenazah di KM Virgo Transport 8, Tim Kopaska Pecahkan Kaca Kapal









