Banten

Panen Raya Jagung di Banten: Sinergi Polisi, Petani, dan Pemerintah Wujudkan Ketahanan Pangan

Moehamad Dheny Permana | 29 September 2025, 13:56 WIB
Panen Raya Jagung di Banten: Sinergi Polisi, Petani, dan Pemerintah Wujudkan Ketahanan Pangan

Akurat Banten - Provinsi Banten mencatat capaian positif dalam sektor pertanian jagung dengan hasil panen yang terus meningkat sepanjang tahun 2025.

Data Polda Banten menunjukkan hingga kuartal II, luas panen telah mencapai 1.772 hektare dari target nasional 2.500 hektare dengan produksi lebih dari 2.442 ton.

Memasuki kuartal III, panen masih berlangsung dengan target penyerapan minimal 2.000 ton oleh Bulog sebagai upaya menjaga kestabilan harga dan pasokan.

Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi Hengki menegaskan, Polri kini berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan.

“Polda Banten bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, Bulog, dan kelompok tani terus mendorong produktivitas. Dari total lahan yang ditanam, hampir 50 persen sudah menghasilkan panen lebih dari dua ribu ton,” ujarnya.

Pada panen raya kali ini, lahan 9,17 hektare di Ciruas menghasilkan sekitar 54 ton jagung, sementara Polres Serang berhasil memanen 21 ton dari tiga hektare dengan rencana pengembangan hingga 35 hektare.

Baca Juga: Gaji Pensiunan PNS Cair 2 Hari Lagi, Ada Kenaikan Gaji untuk Pensiunan ASN?

Hengki juga menyoroti pentingnya pengawalan setelah panen agar hasil bisa terserap maksimal.

“Proses pengeringan, penyimpanan, hingga distribusi harus dikawal supaya petani tidak rugi,” tegasnya.

Ia mencontohkan potensi keuntungan yang dapat diperoleh petani jika pengelolaan dilakukan dengan baik.

“Modal Rp9 juta sampai Rp10 juta per hektare bisa menghasilkan sekitar tujuh ton jagung. Dengan harga Rp6.400 per kilogram, keuntungan bisa menembus Rp40 juta lebih. Ini peluang yang sangat menjanjikan,” katanya.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai panen raya bukan hanya soal hasil produksi, tetapi juga berpengaruh pada kesejahteraan petani dan stabilitas pangan daerah.

“Kalau Bulog membeli hasil panen, harga lebih terjamin, petani pun mendapatkan kepastian hidup. Pangan cukup, masyarakat tenang, negara juga semakin kuat,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga lahan pertanian agar tidak seluruhnya beralih fungsi menjadi kawasan industri atau perumahan.

“Pertanian harus tetap dipertahankan agar masyarakat tidak kehilangan sumber pangan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Ranjeng Berkah, Sapta Mulyana, menyampaikan bahwa keterlibatan kepolisian sangat membantu petani dalam setiap tahap produksi.

“Kapolres Serang mendampingi kami sejak persiapan lahan hingga panen. Kalau petani makmur, negara juga akan lebih kokoh,” ujarnya.

Baca Juga: Ngeri! Polisi Sita 'SABIT MALAIKAT' dari Tangan Pelaku Tawuran di Cibeber Cilegon

Tak hanya mengawal panen, Polda Banten juga menyalurkan bibit, pupuk, obat pertanian, hingga 50 paket sembako kepada petani, serta menggelar gerakan pangan murah dengan menyalurkan 10 ton beras ke polres-polres di Banten, termasuk tiga ton di Serang.

Seluruh jagung dengan kadar air di bawah 14 persen diarahkan ke Bulog untuk memastikan harga tetap stabil di Rp6.400 per kilogram.

Langkah ini memberi kepastian pendapatan bagi petani sekaligus menjaga daya beli masyarakat, sehingga Banten semakin kokoh dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.