Banten

Spektakuler! 25.000 Guru Ikuti Pelatihan AI di Sumsel, Catatkan Rekor Dunia

Moehamad Dheny Permana | 21 September 2025, 19:07 WIB
Spektakuler! 25.000 Guru Ikuti Pelatihan AI di Sumsel, Catatkan Rekor Dunia

Akurat Banten - Gelombang besar inovasi pendidikan hadir dari Palembang, Sumatera Selatan, ketika ribuan guru dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul secara hybrid untuk mengikuti pelatihan kecerdasan buatan (AI).

Tidak tanggung-tanggung, jumlah peserta mencapai 25.000 orang sekaligus, menjadikan kegiatan ini masuk dalam catatan Guinness World Records sebagai pelatihan AI terbesar di dunia.

Suasana di Griya Agung Palembang, menjadi saksi sejarah baru bagi dunia pendidikan tanah air.

Penyerahan sertifikat rekor dunia diberikan langsung oleh perwakilan Guinness World Records, Austinclarck Herzogjohnson, dan diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumsel, Rika Efianti, bersama Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Mondyaboni.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, yang hadir di lokasi menyebut langkah ini sebagai momen berharga dalam memperkuat kapasitas tenaga pendidik menghadapi era digital.

“Selama ini kita sering dengar soal AI hanya dalam wacana, tapi sekarang para guru benar-benar bisa mempelajarinya. Mereka bukan hanya mengenal konsep, tetapi juga mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum. Jangan sampai guru ketinggalan dari murid yang sudah akrab dengan teknologi sejak kecil,” ucapnya.

Baca Juga: Cemburu Membara, Suami Nekat Bakar Rumah di Cakung hingga Lukai Istri dan Mertua

Menurut Deru, kemampuan guru dalam menguasai teknologi bukan sekadar kebutuhan, melainkan keharusan.

Ia menekankan bahwa guru tidak boleh hanya menjadi pengguna pasif, tetapi harus mampu mengendalikan perkembangan teknologi secara bijak.

“Saya ingin guru-guru ini menjadi pengendali teknologi, bukan korbannya. Kalau tidak paham, kita bisa terjebak dan jadi korban manipulasi teknologi,” tegasnya.

Pelatihan akbar ini digagas oleh praktisi pendidikan James Gwee dan Johannes Agus Taruna.

Johannes mengungkapkan, acara tersebut sejatinya dirancang sejak setahun lalu dan awalnya akan digelar di kota lain, namun Sumsel akhirnya dipilih setelah mendapat dukungan penuh dari Gubernur.

“Beliau yang mendorong agar kegiatan berskala internasional ini berlangsung di Palembang. Itu bukti komitmen Sumsel terhadap dunia pendidikan,” kata Johannes.

Ia menambahkan, keberhasilan ini akan menjadi warisan penting bagi pendidikan Indonesia.

“Coba bayangkan, 25.000 guru yang mengikuti pelatihan ini kembali ke sekolah masing-masing dengan pemahaman AI. Dampaknya akan luar biasa, bukan hanya untuk Sumsel, tapi juga masa depan pendidikan Indonesia,” ujarnya.

Adapun materi pelatihan dibagi ke dalam tiga bagian besar.

Pertama, pengenalan dasar-dasar AI dan tantangan penerapannya dalam dunia pendidikan.

Kedua, praktik pemanfaatan aplikasi AI untuk administrasi sekolah, penilaian siswa, hingga penyusunan media pembelajaran.

Baca Juga: Adhyaksa FC Banten Siap Pertahankan Tren Positif di Laga Kandang Perdana Lawan Bekasi City

Ketiga, integrasi teknologi AI ke dalam perangkat ajar dengan menekankan etika digital, mulai dari perlindungan data pribadi hingga keamanan siber.

Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari itu tak hanya memberi wawasan, tetapi juga memotivasi para pendidik agar berani beradaptasi dengan perubahan zaman.

Dengan pemahaman baru tentang AI, para guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.

Rekor dunia yang berhasil dicatatkan bukan hanya sekadar simbol prestasi, tetapi juga penanda bahwa Indonesia siap melangkah lebih jauh dalam pemanfaatan teknologi untuk memajukan pendidikan.

“Ini adalah investasi besar yang akan terasa manfaatnya dalam jangka panjang,” pungkas Johannes.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.