Kelas Menengah Jadi Kunci Indonesia Emas, DPR Ingatkan Ancaman Jika Daya Beli Melemah

Akurat Banten - Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan, menegaskan bahwa keberlangsungan perekonomian Indonesia tidak bisa dilepaskan dari keberadaan kelas menengah.
Menurutnya, kelompok ini bukan hanya menikmati standar hidup yang relatif lebih baik, tetapi juga menjadi penopang utama konsumsi, pajak, hingga stabilitas ekonomi nasional.
“Kelas menengah bukan sekadar kelompok masyarakat yang menikmati taraf hidup lebih baik, melainkan pilar utama perekonomian nasional,” ujar Marwan.
Ia menjelaskan, struktur perekonomian Indonesia sangat bertumpu pada belanja rumah tangga, dan kontribusi terbesar datang dari kelas menengah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, kelompok menengah bersama kelompok hampir menengah menyumbang lebih dari 80 persen konsumsi rumah tangga nasional.
“Artinya, setiap penguatan atau pelemahan daya beli kelas menengah akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Marwan menyoroti kondisi dua tahun terakhir, di mana pendapatan kelompok menengah tidak sebanding dengan kenaikan biaya hidup.
Kebutuhan pokok seperti pendidikan, kesehatan, dan perumahan terus melambung, membuat daya beli mereka semakin tertekan.
Baca Juga: Indonesia Perkuat Peran Global, Dorong Kerja Sama Strategis dengan WFP dan Negara Mitra
Ironisnya, jumlah masyarakat yang benar-benar bisa digolongkan kelas menengah justru menurun, sementara kelompok rentan menengah semakin membengkak.
Bank Dunia juga mencatat bahwa mobilitas sosial ke atas mulai melambat, tanda bahwa banyak orang kesulitan naik kelas secara ekonomi.
Bagi Marwan, tren ini sangat berbahaya karena bisa menjauhkan Indonesia dari ambisi besar menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Jika tren ini dibiarkan, target Indonesia Emas 2045 akan semakin jauh dari harapan,” ucapnya.
Ia menekankan, menjaga daya beli kelas menengah bukanlah agenda sesaat.
Lebih dari itu, kebijakan ini adalah langkah strategis untuk masa depan bangsa.
Setiap rupiah yang dibelanjakan kelas menengah, kata Marwan, memberikan efek domino yang besar.
Permintaan barang dan jasa meningkat, industri domestik bergerak lebih kuat, hingga kesempatan kerja baru terbuka.
“Daya beli kelas menengah adalah energi yang menjaga mesin ekonomi tetap hidup dan bertenaga,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan kelas menengah tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh.
Kelas menengah yang naik kelas, lanjut Marwan, akan mendorong ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Baca Juga: Black Mamba Ahmad Sahroni Itu Apa? Sampai Salah Satu Rumah di Kota Beirut Jadi Terseret
“Itulah komitmen yang harus kita kawal bersama, demi masa depan bangsa yang lebih kuat, adil, dan sejahtera,” tegasnya.
Dengan kata lain, masa depan Indonesia ada di pundak kelas menengah.
Jika daya beli mereka melemah, bukan hanya konsumsi yang terganggu, tetapi juga arah perjalanan menuju Indonesia Emas bisa melenceng jauh.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa










