Indonesia Perkuat Peran Global, Dorong Kerja Sama Strategis dengan WFP dan Negara Mitra

Akurat Banten - Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran di kancah internasional, khususnya dalam kerja sama dengan World Food Programme (WFP), organisasi kemanusiaan PBB yang berfokus pada penyediaan bantuan pangan bagi masyarakat dunia.
Duta Besar RI untuk Italia sekaligus perwakilan tetap Indonesia di WFP, Junimart Girsang, menyampaikan tekad pemerintah untuk lebih aktif berkontribusi dalam penanggulangan persoalan global seperti malnutrisi dan stunting.
“Indonesia berkomitmen memperdalam kerja sama dengan WFP, bukan hanya dalam isu pangan, tetapi juga penyaluran bantuan kemanusiaan,” ujar Junimart saat bertemu Direktur Eksekutif WFP, Cindy McCain.
Menurutnya, kerja sama Indonesia dengan WFP tidak hanya simbolis, tetapi diwujudkan dalam kontribusi nyata. Salah satunya melalui bantuan kemanusiaan senilai 3,5 juta dolar AS yang disalurkan untuk Afghanistan.
Junimart menilai langkah ini mencerminkan peran Indonesia yang semakin strategis dalam mendukung stabilitas dan kesejahteraan global.
“Saya optimistis, di tengah berbagai tantangan, sinergi Indonesia dengan WFP akan semakin kuat dan relevan,” tegasnya.
Pernyataan ini disambut positif oleh Cindy McCain.
Baca Juga: Menteri PPPA Ungkap Modus Ajak Anak Ikut Demo dengan Dalih Nonton Konser
Ia mengapresiasi kontribusi Indonesia yang terus meningkat dalam mendukung program-program WFP.
Lebih jauh, McCain juga menyampaikan dukungan penuh agar Indonesia bisa terpilih menjadi anggota Badan Eksekutif WFP di periode mendatang.
Selain berfokus pada WFP, Junimart Girsang juga aktif menjalankan perannya sebagai Duta Besar RI untuk sejumlah lembaga dan negara lain, termasuk FAO, IFAD, UNIDROIT, serta untuk Italia, San Marino, Malta, dan Siprus.
Dalam rangka menjalankan mandat diplomatiknya, Junimart telah menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Italia Sergio Mattarella pada Juli lalu.
Tidak hanya itu, ia juga telah mengajukan surat serupa kepada Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, pada awal Agustus.
Baru-baru ini, ia juga menyerahkan surat kepercayaan kepada Wali Kapten San Marino, Denise Bronzetti dan Italo Righi.
Dalam kesempatan itu, Junimart menekankan pentingnya memperluas kerja sama bilateral, khususnya di sektor perdagangan dan pariwisata.
“Saya berharap hubungan persahabatan antara Indonesia dan San Marino terus terjaga dan semakin erat, serta mendapat dukungan penuh selama masa tugas saya,” ungkapnya.
Langkah diplomatik ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi penonton dalam isu-isu global, tetapi aktif memberikan solusi dan berkontribusi langsung.
Dengan memperkuat peran di WFP serta menjalin hubungan erat dengan negara mitra, Indonesia menegaskan dirinya sebagai bagian penting dari komunitas internasional yang peduli pada kemanusiaan, ketahanan pangan, serta pembangunan berkelanjutan.
Pada akhirnya, kehadiran Indonesia dalam percaturan global bukan hanya soal kepentingan nasional, tetapi juga kontribusi untuk dunia yang lebih adil dan sejahtera.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa










