MUI Serukan Hentikan Aksi Anarkis, Ingatkan Demo Tak Boleh Lukai Kepentingan Publik

Akurat Banten - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada masyarakat untuk mengakhiri aksi unjuk rasa yang berujung anarki dan menimbulkan keresahan di ruang publik.
Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan MUI, Masduki Baidlowi, menegaskan bahwa demonstrasi memang bagian dari hak warga negara, namun tidak sepatutnya merugikan orang lain.
“Demo adalah hak warga negara, tetapi ketika sudah menimbulkan kerusakan, keresahan, dan kesulitan bagi publik, saya kira itu harus dihentikan,” ujarnya.
Masduki menambahkan, pihaknya mengimbau massa aksi yang masih bertahan di lapangan agar segera kembali ke rumah masing-masing demi mencegah kerugian yang lebih luas.
Menurutnya, aksi anarkis bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berdampak langsung pada kelompok masyarakat kecil yang harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan harian.
“Bagi masyarakat bawah, mencari nafkah itu hal penting, sehingga jangan sampai demo malah membuat mereka kehilangan kesempatan bekerja,” tegasnya.
Ia menilai, kebebasan menyampaikan pendapat seharusnya dilakukan dengan cara-cara bermartabat tanpa merusak fasilitas umum ataupun melukai sesama warga.
Baca Juga: Misteri Tragis di Pondok Pinang, Sopir Pribadi Diduga Habisi Nyawa Anak Majikan
Sementara itu, suara senada juga datang dari anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, yang turut mengingatkan masyarakat agar menjaga suasana tetap damai di tengah dinamika sosial yang sedang berlangsung.
Politikus yang akrab disapa Bang Kent itu mengajak publik agar tetap kritis namun tidak mudah terprovokasi hingga terjebak dalam tindakan destruktif.
“Mari kita jadikan musibah ini sebagai momentum introspeksi bersama agar kota ini menjadi ruang hidup yang aman, manusiawi, dan berkeadilan bagi semua warganya,” kata Kenneth.
Ucapan itu ditujukan menyusul peristiwa tragis yang menimpa Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring berusia 21 tahun yang meregang nyawa setelah terlindas kendaraan taktis kepolisian.
Menurut Kenneth, tragedi tersebut bukan hanya duka mendalam bagi keluarga korban, melainkan juga luka kolektif bagi masyarakat luas yang turut merasakan kehilangan.
Ia menyebut pengemudi ojol sebagai pejuang jalanan yang setiap hari berjuang demi keluarganya sekaligus melayani kebutuhan transportasi publik.
Dari dua pernyataan tokoh ini, benang merah yang terlihat jelas adalah seruan moral untuk mengedepankan kedamaian dalam menyampaikan aspirasi.
MUI menekankan pentingnya menghentikan aksi yang berujung rusuh, sementara Kenneth menyoroti perlunya menjaga nilai kemanusiaan agar kota tidak menjadi arena pertikaian.
Baca Juga: HIPPINDO Serukan Dialog dan Dukung Pengamanan Pusat Belanja di Tengah Gejolak Aksi Massa
Imbauan tersebut hadir di tengah keresahan publik yang kian meningkat, seiring aksi demonstrasi yang belakangan marak berlangsung dan tak jarang memakan korban jiwa.
Dalam situasi seperti ini, MUI berharap masyarakat bisa menyalurkan kritik secara sehat, tanpa merugikan orang lain maupun mengorbankan keberlangsungan hidup sesama.
Pesan moral itu diharapkan dapat menjadi pegangan bagi seluruh pihak agar demokrasi tetap berjalan, namun tidak meninggalkan luka sosial yang berkepanjangan.
Karena pada akhirnya, seperti ditegaskan Masduki, kebebasan berekspresi harus ditempatkan sejajar dengan tanggung jawab sosial untuk menjaga ketertiban bersama.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 6Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 7Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 8Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






