HIPPINDO Serukan Dialog dan Dukung Pengamanan Pusat Belanja di Tengah Gejolak Aksi Massa

Akurat Banten - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) menyatakan komitmennya untuk mendukung langkah pemerintah dalam menjaga keamanan masyarakat di tengah meningkatnya dinamika aksi unjuk rasa di ibu kota.
Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, menegaskan bahwa keselamatan publik dan kelancaran aktivitas ekonomi harus menjadi prioritas utama.
“HIPPINDO mendukung langkah pemerintah dalam menjamin keamanan masyarakat, termasuk pengamanan pusat perbelanjaan, obyek vital, serta kelancaran distribusi logistik dan barang kebutuhan pokok. Hal ini penting agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan,” ujarnya.
Budihardjo menambahkan, pihaknya mendorong seluruh elemen bangsa agar mampu menahan diri dan mengedepankan dialog sebagai jalan keluar dari ketegangan.
Menurutnya, pusat perbelanjaan bukan hanya sekadar ruang transaksi, tetapi juga denyut nadi ekonomi yang melibatkan jutaan pekerja serta keluarga mereka.
Ia menilai bahwa perlindungan terhadap aktivitas publik, khususnya di pusat perbelanjaan, merupakan hal mendesak yang harus segera dijamin pemerintah.
“Kami berharap pemerintah tidak hanya memberikan penjagaan, tetapi juga mendengar suara rakyat melalui dialog yang konstruktif,” katanya.
Lebih jauh, HIPPINDO menekankan bahwa sektor ritel memiliki peran vital dalam menopang ekonomi nasional.
Baca Juga: Puan Maharani Sambangi Kediaman Keluarga Affan Kurniawan, Sampaikan Belasungkawa Secara Langsung
Gangguan terhadap stabilitas sektor ini dapat berdampak luas, mulai dari terhambatnya distribusi barang kebutuhan pokok hingga potensi berkurangnya lapangan pekerjaan.
“Dengan dialog, kebersamaan, dan langkah konkret menjaga ketenangan publik, kita dapat memperkuat persatuan nasional sekaligus memastikan roda ekonomi terus bergerak demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tambah Budihardjo.
Pernyataan dukungan dari HIPPINDO ini muncul di tengah situasi yang tengah menjadi sorotan publik.
Seperti diketahui, sejumlah kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan BEM Universitas Indonesia (UI) berencana menggelar aksi protes di depan Markas Polda Metro Jaya pada Jumat siang (29/8).
Aksi tersebut dipicu oleh insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan.
Ia dilaporkan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob.
Kasus ini kemudian menimbulkan gelombang protes lanjutan, termasuk aksi solidaritas dari sesama pengemudi ojek daring yang berkumpul di depan Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat.
Di sisi lain, Divisi Propam Polri telah mengambil langkah penyelidikan.
Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, menyampaikan bahwa tujuh anggota Brimob yang diduga terlibat dalam insiden tersebut kini sedang diperiksa.
“Proses pemeriksaan masih berlangsung untuk memastikan fakta-fakta di lapangan,” katanya pada Jumat dini hari.
Dengan situasi yang masih berkembang, HIPPINDO berharap pemerintah dan aparat dapat menjaga keseimbangan antara penegakan hukum, perlindungan masyarakat, dan keberlangsungan ekonomi.
Bagi para pelaku usaha retail, stabilitas menjadi kunci agar roda bisnis terus berputar dan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan sehari-hari.
“Ketertiban bersama adalah fondasi agar semua pihak bisa beraktivitas dengan tenang,” tutup Budihardjo.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan




