Tembok Penahan Tanah SDN 3 Pandeglang Roboh Diterjang Hujan Deras, Akses Jalan Tertutup Reruntuhan

AKURAT BANTEN - Hujan deras yang mengguyur wilayah Pandeglang pada Rabu 2 Jui 2025 menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan pagar SDN 3 Pandeglang ambruk.
Insiden ini terjadi di Jalan Fatoni No. 2, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, dan mengakibatkan kerusakan cukup signifikan.
TPT dan pagar sekolah yang roboh memiliki panjang sekitar 30 meter dengan tinggi 3 meter. Material bangunan yang runtuh nyaris menutup sebagian badan jalan dan menimpa sejumlah gerobak pedagang serta sepeda motor yang terparkir di sekitar area sekolah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, menyebut bahwa keruntuhan tersebut disebabkan oleh dua faktor utama: usia bangunan yang sudah tua dan intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagai respons cepat, BPBDPK menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan evakuasi material longsoran dan melakukan penilaian awal terhadap dampak kerusakan.
Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani langsung meninjau lokasi bersama jajaran BPBD, Dinas Pendidikan, camat, serta pihak kepolisian.
Ia menegaskan bahwa jalur di sekitar sekolah akan ditutup sementara karena potensi longsor susulan masih cukup tinggi.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Dijamin Lansung Lancar, Ini 8 Cara Jitu Mengatasi HP Lemot Akibat Penuh Memori, Simak Baik-baik
Sebelumnya, sebuah video yang merekam detik-detik robohnya pagar bangunan sekolah di Pandeglang menjadi viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 2 Juli 2025, di SDN 3 Pandeglang saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Diketahui, bagian pagar sekolah ambrol setelah tergerus longsor yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi.
Kejadian ini memicu kekhawatiran masyarakat sekitar, terutama karena kerusakan yang cukup parah terlihat di area pagar sekolah.
Beruntung, saat kejadian sekolah sedang tidak beraktivitas karena siswa tengah menjalani masa libur.
Hal ini memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 220.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 6Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 7Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 8Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 9Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 10Chelsea Serius Kejar Alex Scott, Siapkan Dana Rp2,18 Triliun untuk Boyong Gelandang Bournemouth








