Didoakan Meninggal Dunia, Kiky Saputri Laporkan Haters ke Polisi!

AKURAT BANTEN – Komedian kenamaan Kiky Saputri tak bisa lagi menahan diri. Setelah sekian lama menjadi sasaran hujatan dan cacian di media sosial, kesabarannya benar-benar habis ketika sang anak ikut menjadi korban.
Doa-doa keji agar anaknya meninggal dunia membuat Kiky murka dan bertekad membawa kasus ini ke jalur hukum.
Pengakuan mengejutkan ini disampaikan Kiky saat menjadi bintang tamu di program Pagi-Pagi Ambyar Trans TV baru-baru ini.
Baca Juga: Raja Ampat Terancam Rusak Karena Tambang Nikel, Begini Respon Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Selama ini, Kiky mengaku santai menghadapi berbagai sebutan tidak menyenangkan seperti "cebol," "bogel," bahkan tuduhan sebagai "buzzer" pemerintah.
"Ada yang bilang cebol, bogel, buzzer, semuanya saya anggap lucu-lucuan saja.Saya pikir, ya sudahlah," ujar Kiky.
Namun, situasinya berubah drastis ketika hujatan tersebut mulai menyerang buah hatinya.
Baca Juga: Sinyal Bahaya dari Presiden? Prabowo Panggil Menkes, Ini Jawaban Tegas soal Ancaman COVID-19!
Hati seorang ibu mana yang tidak hancur mendengar anaknya didoakan yang buruk, bahkan sampai didoakan meninggal dunia.
"Tiba-tiba ada yang komentar mendoakan anak saya mati. Itu sudah keterlaluan banget," beber pengisi acara Lapor Pak tersebut.
Fenomena hujatan di media sosial memang bukan hal baru. Namun, kasus Kiky Saputri ini menyoroti sebuah batasan moral yang semakin tergerus.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Pendaftaran SPMB Jabar 2025 Jenjang SMA Sederajat, Berikut Link Daftar Online
Ketika anak-anak yang tidak berdosa ikut menjadi target kebencian, ini menunjukkan adanya krisis empati di ruang digital.
Kiky Saputri, yang dikenal dengan roasting-nya yang pedas namun menghibur, kini harus merasakan pahitnya diserang secara personal.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam. "Aku proses, aku cari orangnya," tutup Kiky dengan nada serius.
Baca Juga: Apa Tetap Solat Jumat Padahal Idul Adha Hari Jumat 6 Juni 2025? Ini Jawaban yang Benar
Langkah Kiky Saputri ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi para warganet untuk lebih bijak dalam berekspresi di media sosial.
Kebebasan berpendapat bukan berarti bebas menghina dan menyebarkan kebencian, apalagi sampai mendoakan hal buruk pada orang lain, terlebih lagi kepada anak-anak (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 2TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 3Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 4Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 5Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 6Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 7Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Polsek Kelapa Dua Sita Kunci T Hingga Sajam
- 813 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
- 9Chelsea Bikin MU Makin Merana, Setan Merah Terancam Terjerumus ke Jurang Degradasi!
- 10MU Kembali Hancur! Martinez Kartu Merah, Chelsea Menang 2-0 dan Bikin Carrick Makin Tertekan





