Banten

Gunung Semeru Terus Erupsi hingga 4 Kali dalam Sehari, Warga Diminta Menjauh

Andi Syafrani | 30 Mei 2025, 16:28 WIB
Gunung Semeru Terus Erupsi hingga 4 Kali dalam Sehari, Warga Diminta Menjauh

AKURAT BANTEN - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang kembali meningkat. Sejak Jumat dini hari (30/5), gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat sudah meletus sebanyak empat kali, menyemburkan abu vulkanik setinggi ratusan meter ke udara.

Baca Juga: Terbaru! Begini Pengakuan Saksi Sebelum Longsor di Tambang Gunung Kuda yang Tewaskan 6 Orang di Cirebon

Menurut laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 00.22 WIB, dan terakhir terekam pukul 06.35 WIB. Pada erupsi pukul 05.31 WIB, kolom abu terpantau membumbung hingga 900 meter di atas puncak, berwarna putih keabu-abuan dan mengarah ke utara.

Baca Juga: KPK Selidiki Dugaan Gratifikasi di Kementerian PU, Minta Uang Buat Biaya Nikah Anak

“Terjadi erupsi Gunung Semeru dengan kolom abu teramati kurang lebih 900 meter. Warnanya putih hingga kelabu, intensitasnya sedang, mengarah ke utara,” kata Liswanto, petugas dari Pos PGA Semeru.

Dua letusan berikutnya terjadi pada pukul 05.28 dan 06.35 WIB dengan ketinggian kolom abu sekitar 500 meter. Dalam salah satu erupsi, seismograf mencatat amplitudo maksimum sebesar 22 mm dan durasi letusan selama 115 detik, menunjukkan tekanan dari perut gunung belum sepenuhnya reda.

Baca Juga: Longsor di Tambang Batu Alam Gunung Kuda Cirebon, 4 Pekerja Tewas dan Evakuasi Masih Berlanjut

Tidak hanya erupsi yang mencolok, sepanjang Kamis (29/5) aktivitas gempa vulkanik juga cukup padat. Data menunjukkan ada 61 kali gempa letusan, lima gempa harmonik, dan tiga gempa vulkanik dalam yang masing-masing menunjukkan pergerakan magma dari dalam kawah menuju permukaan.

Selain itu, empat kali gempa tektonik jauh juga terdeteksi, menandakan kemungkinan adanya pengaruh dari pergerakan lempeng yang bisa memicu aktivitas vulkanik lebih lanjut. Untuk saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level II atau waspada, dan pengawasan intensif terus dilakukan.

Baca Juga: UGM dan Telkom Kembangkan Sensor Tsunami dari Kabel Laut, Siap Perkuat Sistem Peringatan Dini Indonesia

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 8 kilometer di sektor tenggara, terutama di sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan.

Di luar itu, warga juga diminta menjauh setidaknya 500 meter dari sempadan sungai karena berpotensi terkena awan panas atau lahar jika terjadi erupsi lanjutan.

Baca Juga: Gletser Runtuh, Desa Blatten di Swiss Lenyap Ditelan Lumpur dan Es

“Bahkan perluasan potensi bahaya bisa mencapai hingga 13 kilometer dari puncak, jadi mohon semua pihak waspada dan mengikuti arahan petugas,” tegas Liswanto.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC